x

Iran Kembali Luncurkan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Belum Mereda

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Mar 2026 16:37 19 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah wilayah Israel menjadi sasaran serangan rudal dari Iran pada Minggu (15/3/2026). Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian eskalasi militer yang masih berlangsung antara kedua negara.

Sejumlah proyektil dilaporkan ditembakkan langsung menuju wilayah Israel. Serangan ini disebut sebagai bagian dari aksi balasan Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Media internasional Al Jazeera melaporkan bahwa militer Israel berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan dalam gelombang serangan terbaru tersebut. Informasi itu juga disampaikan melalui Radio Angkatan Darat Israel.

Meski demikian, beberapa proyektil dilaporkan tetap jatuh di area terbuka. Insiden tersebut menambah ketegangan di wilayah yang saat ini berada dalam situasi konflik.

Selain itu, pecahan dari sistem pencegat rudal juga dilaporkan jatuh di kota Ramla yang berada di wilayah tengah Israel. Kejadian tersebut memicu kebakaran di lokasi jatuhnya pecahan tersebut.

Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut. Namun situasi keamanan di kawasan tersebut masih menjadi perhatian.

Serangan rudal terbaru ini memperpanjang rangkaian ketegangan militer antara Iran dan Israel. Konflik di kawasan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.

Perang di Timur Tengah sendiri bermula dari serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu konflik terus berlanjut hingga memasuki hari ke-16.

Berdasarkan laporan yang beredar, jumlah korban tewas dalam konflik tersebut telah melampaui 1.300 orang. Angka tersebut mencerminkan dampak besar dari eskalasi militer yang terjadi di kawasan itu.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan sikap pemerintahnya terkait gencatan senjata. Ia menolak usulan penghentian konflik dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Araghchi membandingkan situasi saat ini dengan kesepakatan gencatan senjata pada konflik sebelumnya. Ia menyinggung perang 13 hari pada Juni tahun lalu yang menurutnya dilanggar oleh pihak Amerika Serikat dan Israel.

“Dan sekarang Anda ingin meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti itu,” kata Araghchi dalam wawancara dengan program Meet the Press.

Ia menegaskan perang harus diakhiri secara permanen agar konflik tidak kembali terulang. Jika kondisi tersebut belum tercapai, Iran menilai perjuangan masih perlu dilanjutkan.

“Perang ini harus diakhiri secara permanen. Kecuali kita mencapai hal itu, saya pikir kita perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kita,” ujarnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x