x

Iran Hanya Izinkan Kapal dari Beberapa Negara Melintas di Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Mar 2026 08:47 20 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Iran mulai menerapkan kebijakan selektif dengan hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintasi Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Langkah ini berdampak langsung pada arus perdagangan global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting dunia.

Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim Windward, sejumlah kapal berhasil melintasi perairan Iran pada 15-16 Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya pola baru dalam kebijakan pelayaran Iran.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” demikian bunyi laporan tersebut. Kebijakan ini memperlihatkan pendekatan geopolitik yang lebih terarah.

Mengutip laporan Al Jazeera, beberapa negara telah mendapatkan izin khusus dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Negara-negara tersebut dinilai memiliki hubungan yang tidak berseberangan dengan Teheran.

Dari Asia Selatan, kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan berhasil melintas. Kapal jenis Aframax itu keluar dari Teluk melalui jalur yang telah diizinkan.

Selain itu, dua kapal tanker LPG dari India juga berhasil melanjutkan perjalanan. Kelancaran ini terjadi setelah adanya komunikasi antara kedua negara.

Dari kawasan Eropa-Asia, kapal dari Turki juga mendapat izin melintas. Persetujuan diberikan langsung oleh otoritas Iran setelah proses komunikasi.

Iran juga memberikan jaminan bagi kapal dari China untuk melintasi selat tersebut. Meski demikian, dua kapal berbendera China sempat menunda keberangkatan tanpa alasan yang jelas.

Untuk negara Eropa, Spanyol menjadi salah satu yang mendapat sinyal positif dari Iran. Negara tersebut dinilai mematuhi hukum internasional dan tidak terlibat dalam konflik.

Selain itu, Perdana Menteri Malaysia menyatakan kapal tanker negaranya juga diizinkan melintas. Proses ini dilakukan melalui komunikasi intensif dengan pihak Iran.

“Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” kata Anwar Ibrahim. Pernyataan ini menegaskan adanya koordinasi diplomatik yang terus berjalan.

Iran juga disebut mengizinkan kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh untuk melintas dengan aman. Namun, kapal dari AS, Israel, dan negara sekutu yang dianggap musuh tetap dilarang.

Sementara itu, Indonesia turut mendapat dampak dari kebijakan ini setelah dua kapal tanker milik Pertamina sempat tertahan. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI memastikan adanya perkembangan positif dalam negosiasi dengan Iran.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

17 hours ago
17 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x