TODAYNEWS.ID — Penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) ke-13 Tahun 2025 Thailand resmi berakhir dan ditutup di Nakhon Ratchasima. Kontingen Indonesia mengakhiri ajang olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara tersebut dengan finis di posisi kedua.
Tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum pada APG ke-13. Thailand mengoleksi 175 medali emas, 155 perak, dan 157 perunggu sepanjang kompetisi.
Indonesia menyusul di posisi runner up dengan raihan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Hasil tersebut menegaskan konsistensi prestasi Kontingen Merah Putih di level Asia Tenggara.
Para atlet Indonesia menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai hasil ini sebagai buah dari kerja keras seluruh kontingen.
“Kami bangga dan bersyukur bisa berkontribusi untuk membawa Kontingen Indonesia berada di posisi kedua di APG Thailand ini,” ujar atlet para bulutangkis putri, Leani Ratri Oktila.
Atlet para panahan putra, Ken Swagumilang, turut mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi tim Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan jajaran pendukung kontingen.
“Iya senang dan bangga, Indonesia bisa runner up. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menpora Erick, Wamenpora Taufik, Ketua NPC Indonesia serta CdM Indonesia Pak Reda atas motivasi dan dukungannya selama ini,” ujar Ken.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pijakan untuk hasil yang lebih baik di masa mendatang. Ken menilai dukungan berkelanjutan sangat penting bagi kemajuan atlet disabilitas Indonesia.
Upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 Thailand digelar di Main Stadium, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima. Penutupan berlangsung pada Senin (26/1) malam setelah kompetisi digelar sejak 20 Januari 2026.
Acara penutupan diawali dengan suguhan musik dan nyanyian lokal khas Thailand. Tarian massal turut memeriahkan suasana sebelum parade defile kontingen dimulai.
Parade defile diawali oleh kontingen Brunei Darussalam dan dilanjutkan oleh kontingen Indonesia serta Laos. Setelah itu, defile diikuti kontingen Malaysia dan Myanmar.
Kontingen Filipina, Singapura, dan Timor Leste tampil berikutnya dalam parade. Defile kemudian dilanjutkan oleh Vietnam dan ditutup oleh tuan rumah Thailand.
Ribuan penonton tampak memadati stadion berkapasitas sekitar 24 ribu kursi tersebut. Pertunjukan lampu LED, laser, serta kembang api menjadi daya tarik utama penutupan.
Tiga maskot ASEAN Para Games 2025 Thailand terlihat berdiri di tengah lapangan bersama seluruh kontingen peserta dari 10 negara ASEAN. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan dan sportivitas ajang ini.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penyerahan bendera ASEAN Para Sport Federation (APSF). Thailand secara simbolis menyerahkan estafet tuan rumah kepada Malaysia untuk penyelenggaraan APG ke-14 pada 2027 mendatang.