x

Ilmuwan Kembangkan Super Komputer dengan Teknologi Baterai Kuantum

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 19:20 73 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Para ilmuwan dari Australia dan Jepang mengusulkan desain komputer kuantum generasi baru yang ditenagai baterai kuantum, sebuah terobosan yang berpotensi membuat komputer masa depan bekerja lebih cepat, lebih stabil, sekaligus lebih hemat energi.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Physical Review X, tim peneliti secara teoretis menunjukkan bahwa baterai kuantum berukuran sangat kecil dapat menjadi sumber daya bagi komputer kuantum.

Teknologi ini bahkan disebut mampu meningkatkan jumlah bita kuantum atau qubit hingga empat kali lipat, ungkap Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation/CSIRO), badan sains nasional Australia, dalam rilis pers pada Kamis (29/1).

Komputer tersebut membutuhkan energi jauh lebih sedikit karena baterai kuantum internal mampu mendaur ulang energi di dalam sistem, jelas James Quach, salah satu penulis studi sekaligus pemimpin riset baterai kuantum di CSIRO.

“Baterai kuantum berukuran kecil namun sangat bertenaga,” tutur Quach, sembari menambahkan bahwa temuan ini membawa komputasi kuantum semakin dekat sebagai solusi atas tantangan energi, pendinginan, dan infrastruktur.

Ia menggambarkannya sebagai kehadiran “tangki bahan bakar” internal pada komputer yang dapat mengisi ulang dayanya sendiri selama beroperasi, sebuah lompatan penting di bidang energi kuantum.

Komputer kuantum memanfaatkan hukum fisika kuantum untuk memecahkan persoalan kompleks yang berpotensi mentransformasi komputasi, kedokteran, energi, keuangan, komunikasi, dan berbagai sektor lain dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, menjaga kondisi kuantum yang sangat sensitif masih menuntut sistem pendingin kriogenik berukuran besar dan boros energi, yang harus didukung perangkat elektronik bersuhu ruang.

Kendala tersebut menjadi hambatan utama dalam peningkatan skala, pertumbuhan jumlah qubit, serta komersialisasi teknologi ini.

Baterai kuantum sendiri adalah perangkat penyimpan energi berbasis cahaya. Artinya, pengisian daya dapat dilakukan melalui paparan cahaya yang cukup, bahkan bisa diisi ulang oleh komponen mesin itu sendiri ketika sudah terintegrasi dalam komputer kuantum.

“Kami telah menghitung bahwa sistem yang dioperasikan dengan baterai kuantum akan menghasilkan panas yang jauh lebih rendah, membutuhkan komponen kabel yang lebih sedikit, dan mampu menampung lebih banyak qubit dalam ukuran ruang fisik yang sama, semua itu merupakan langkah penting menuju pengembangan komputer kuantum yang praktis dan dapat ditingkatkan skalanya,” urai Quach.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
13 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x