x

Hector Souto Berambisi Cetak Sejarah untuk Indonesia di Piala Asia Futsal 2026

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Feb 2026 09:24 25 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menegaskan ambisinya mengukir sejarah dengan membawa skuad Garuda lolos ke semifinal Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya. Tekad itu disampaikan usai Indonesia memastikan tiket perempat final sebagai juara Grup A.

Indonesia mengamankan posisi puncak grup setelah bermain imbang 1-1 melawan Irak di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu. Hasil tersebut membuat Indonesia dan Irak sama-sama mengoleksi tujuh poin, namun Garuda unggul selisih gol.

Pada laga tersebut, Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol Samuel Eko. Irak kemudian menyamakan kedudukan melalui kiper Haedr Majed pada babak kedua.

Indonesia menutup fase grup dengan selisih gol plus delapan. Sementara Irak finis di posisi kedua Grup A dengan selisih gol plus empat.

Souto menegaskan target berikutnya adalah melangkah ke semifinal. Ia menyebut capaian tersebut akan menjadi tonggak penting bagi perkembangan futsal Indonesia.

“Langkah selanjutnya. Target selanjutnya tentu saja berusaha untuk lolos ke semifinal untuk pertama kalinya,” kata Souto seusai pertandingan. Ia menyebut para pemain tengah berada di jalur yang tepat untuk mencatat sejarah.

“Inilah yang saya katakan kemarin, kami … para pemain mengukir sejarah,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut. Souto juga menyinggung peran pelatih dan klub dalam mendukung perkembangan pemain sepanjang tahun.

Pada babak perempat final, Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam pada Selasa (3/1). Laga tersebut kembali mempertemukan dua rival Asia Tenggara di ajang kontinental.

Menurut Souto, tekanan justru berada di pihak lawan. Vietnam dinilai memiliki pengalaman lebih panjang di fase gugur Piala Asia Futsal.

“Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal,” katanya.

Souto juga menepis anggapan bahwa timnya bermain terlalu bertahan saat menghadapi Irak. Ia menilai pendekatan permainan Indonesia tetap ofensif dalam situasi normal.

“Anda keliru. Ketika kami bermain empat melawan empat, tim saya menerapkan permainan menyerang,” ucap Souto. Ia menjelaskan perubahan strategi terjadi saat Irak memainkan power play.

“Maka kami bermain bertahan saat mereka menerapkan power play, karena mereka mengejar peringkat pertama,” tuturnya. Souto menegaskan Indonesia sengaja mengamankan posisi juara grup.

Ia menilai disiplin bertahan anak asuhnya mampu meredam ancaman Irak. Menurutnya, lawan lebih banyak melepaskan tembakan jarak jauh.

“Hari ini mereka hanya banyak menembak dari jarak jauh. Kami tidak memberikan terlalu banyak masalah kepada mereka,” kata Souto.

Souto menambahkan Indonesia memilih bertahan di area 12 meter demi menjaga keseimbangan lini belakang. Ia menilai keputusan tersebut penting agar tim tidak terjebak membuka ruang.

“Yang mereka inginkan adalah kami menekan, lalu mereka memanfaatkan ruang di belakang. Kami harus pintar dan menunggu momen yang tepat,” ujarnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x