TODAYNEWS.ID – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi berharap ada perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berkantor di wilayahnya, supaya koordinasi dan rentang kendali mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terlalu jauh.
“Jateng siap memfasilitasi kantor bagi BGN. Kami ingin perwakilan pusat itu ada di tempat kita,” kata Luthfi, Jumat (29/8/2025).
Menurut dia, keberadaan perwakilan BGN di Jawa Tengah diharapkan dapat menunjang akselerasi Satgas MBG di Jateng.
Beberapa kabupaten di Jateng juga sudah membentuk Satgas MBG, di antaranya Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Demak. Pembentukan Satgas MBG tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/88 tahun 2025 untuk provinsi dan Keputusan Bupati Nomor 445.2.4/118 tahun 2025 untuk kabupaten/kota.
“Satgas MBG Jawa Tengah sudah terbentuk sebelum ada perintah dari Mendagri. Wagub sebagai Pelaksana dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan sebagai eksekutor,” tuturnya.
Luthfi menjelaskan, secara umum kondisi Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah sudah terbentuk sebanyak 877 unit. Jumlah tersebut tertinggi kedua secara nasional. Jumlah tersebut terdiri atas SPPG TNI 22 unit, SPPG Ponpes 5 unit, SPPG Mitra 848 unit, dan SPPG Polri 2 unit.
“Harusnya SPPG di Jawa Tengah itu 3.214 unit, ini baru 877 unit. Masih kurang 2.337 unit yang belum terbentuk,” jelasnya.
Luthfi juga memberikan masukan agar pengawasan pelaksanaan MBG diperkuat. Mengingat beberapa waktu lalu sempat ada kejadian keracunan di Kabupaten Sragen. Satgas Daerah sebisa mungkin dilibatkan untuk melakukan pengawasan.