Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto dalam sesi konferensi pers Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Jakarta mulai 27 Januari. TODAYNEWS.ID — Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menegaskan tidak pernah ada niat untuk mengganti Hector Souto dari posisi pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia. Ia menyatakan Hector masih terikat kontrak bersama Timnas Futsal Indonesia hingga 2028.
Penegasan itu disampaikan Michael menyusul munculnya kekhawatiran di media sosial terkait potensi pergantian pelatih. Isu tersebut mencuat di tengah performa positif Timnas Futsal Indonesia yang berhasil menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026.
Michael memastikan kepuasan federasi terhadap kinerja Hector Souto tetap terjaga. Ia menilai tidak ada alasan untuk memikirkan pergantian pelatih di tengah tren positif tim.
“Ya, kalau saya sih sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikir untuk mengganti pelatih. Saya sangat puas. Indonesia sangat puas,” kata Michael kepada awak media di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Menurut Michael, kepuasan tersebut tidak hanya dirasakan oleh federasi. Ia menyebut komunitas futsal Indonesia secara luas juga menaruh kepercayaan besar kepada Hector Souto.
Michael bahkan menilai Indonesia beruntung memiliki pelatih berusia 44 tahun tersebut. Ia melihat kualitas dan kapasitas Hector sebagai aset penting bagi perkembangan futsal nasional.
Lebih lanjut, Michael menegaskan peran FFI tidak sebatas menjaga prestasi Timnas Futsal Indonesia. Federasi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan visi pelatih dapat berjalan dengan baik.
“Bahkan kami di federasi punya tugas bisa memfasilitasi. Bukan sekadar mempertahankan, tapi memfasilitasi visi Coach Hector mengembangkan Timnas seperti apa, butuh apa,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa fasilitasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan tim. Salah satunya dengan memberikan kesempatan menghadapi lawan-lawan berkualitas dunia.
Michael mencontohkan rencana FFI untuk membawa Timnas Futsal Indonesia bertanding melawan tim-tim kuat internasional. Salah satu yang direncanakan adalah menghadapi Iran, lawan Indonesia di final Piala Asia Futsal 2026.
“Contoh tadi saya sebut, Kai ingin bisa ke Spanyol, kita ingin bisa melawan Brasil. Sebenarnya ini tuntutan atau harapan dari siapa? Bukan cuma dari saya,” kata Michael.
Ia menegaskan kebutuhan menghadapi lawan kelas dunia merupakan bagian dari proses peningkatan level tim. Hal itu juga sejalan dengan pandangan sang pelatih.
“Tapi karena memang kalau Coach Hector bilang, kalau Timnas kita mau naik kelas, ya kami harus terbiasa dengan permainan-permainan di tingkat dunia,” ujarnya.