Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, gagal meraih gelar juara French Open 2025. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Turnamen bulutangkis Malaysia Open 2026 resmi dimulai pada Selasa (6/1/2025) dan akan berlangsung hingga Minggu (11/1/2025). Ajang ini digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, dan menjadi pembuka kalender turnamen level atas tahun 2026.
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menatap turnamen ini dengan optimisme. Keduanya membawa modal peringkat enam dunia meski baru berpasangan sekitar enam bulan.
Fajar menyebut awal tahun selalu menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, capaian peringkat dunia tidak menjamin hasil di musim baru.
“Tahun 2026 ini kembali dari 0-0 meskipun ranking ada di bekas tahun sebelumnya,” ujar Fajar. Ia menegaskan persaingan ganda putra saat ini sangat terbuka.
Fajar mencontohkan dominasi pasangan Korea Selatan pada musim lalu. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak menutup peluang pasangan lain.
“Di tahun 2025 pasangan Korea, Kim Won Ho/Seo Seung Jae meraih 11 gelar juara tapi itu bukan berarti pasangan lain juga tidak mampu menghadapinya,” kata Fajar. Ia menilai kesiapan menjadi faktor utama.
Fikri turut menyoroti munculnya banyak pasangan baru di tahun 2026. Ia menyebut pemain muda berpotensi membuat kejutan di level dunia.
“Di tahun 2026 pasti akan ada banyak pasangan baru yang muncul, pasangan-pasangan muda,” ujar Fikri. Ia juga menyinggung kehadiran pasangan muda Indonesia, Raymond/Joaquin.
Menurut Fikri, bukan hanya Indonesia yang melahirkan pasangan baru. Negara lain seperti Malaysia juga dinilainya memiliki banyak pemain muda potensial.
“Di negara luar dari Malaysia misalnya juga ada tujuh pasangan,” ucap Fikri. Ia menilai persaingan akan semakin ketat.
Di Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri akan memulai laga dari babak 32 besar. Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Chinese Taipei, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, Rabu (7/1/2025).
Fikri menilai persiapan mereka berjalan cukup baik. Latihan di Indonesia dan adaptasi di Kuala Lumpur dinilainya berjalan sesuai rencana.
“Persiapannya sudah lumayan cukup baik, dari latihan di Indonesia sama adaptasi di sini juga sudah lumayan cukup baik,” kata Fikri. Ia menekankan kesiapan mental jelang pertandingan.
Fajar menambahkan, ini menjadi pengalaman pertama dirinya berpasangan dengan Fikri di Malaysia Open. Ia menyebut kondisi lapangan relatif familiar.
“Ini menjadi perdana pasangan dengan Fikri main di Malaysia,” ujar Fajar. Ia menilai karakter lapangan masih serupa dengan edisi sebelumnya.
Fajar juga menyinggung faktor nonteknis yang harus diantisipasi. Salah satunya adalah kondisi angin akibat pendingin ruangan di arena.
“Lapangan ada angin karena faktor pendingin ruangan, tipikal main di Asia Tenggara,” kata Fajar. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus dan stamina.
Mengawali tahun di peringkat enam dunia menjadi motivasi tambahan bagi Fajar/Fikri. Keduanya berharap bisa terus naik di klasemen dunia.
“Memulai 2026 di top 6 pastinya menjadi motivasi lebih,” ujar Fikri. Ia berharap pencapaian mereka di 2026 minimal setara dengan enam bulan terakhir tahun sebelumnya.
Fajar/Fikri juga menargetkan peringkat yang lebih tinggi. Mereka berharap dapat menembus lima besar bahkan tiga besar dunia.
“Kami pengen bisa masuk ke top 5 dan top 3 juga,” pungkas Fikri. Ia berharap konsistensi permainan bisa terus terjaga sepanjang musim.