x

Emir Qatar Serukan Penghentian Serangan, Dorong Solusi Diplomatik di Tengah Konflik Iran-AS

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Mar 2026 09:58 18 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menyerukan penghentian serangan di kawasan Timur Tengah. Ia meminta Iran menghentikan aksi militer terhadap negara-negara di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan dengan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia Al Sudani, pada Rabu (25/3/2026). Diskusi berlangsung di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang masih berlangsung.

Dalam pembicaraan tersebut, Al Thani menekankan pentingnya meredakan ketegangan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada wilayah negara digunakan untuk mengancam pihak lain.

“Perlunya menghentikan serangan-serangan ini segera dan memastikan bahwa tidak ada wilayah negara yang digunakan untuk mengancam negara-negara tetangga,” demikian rilis resmi Emir Qatar.

Selain itu, ia menyinggung penggunaan pangkalan militer di kawasan. Pernyataan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Al Thani menilai stabilitas kawasan harus dijaga bersama. Ia menegaskan pentingnya langkah konkret untuk mencegah eskalasi konflik.

“Penting mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan permusuhan yang berasal dari wilayah tersebut, sehingga menjaga keamanan regional dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Al Thani.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin sepakat pentingnya jalur diplomasi. Upaya damai dinilai sebagai solusi utama dalam meredakan konflik.

Seruan ini muncul di tengah situasi perang yang telah berlangsung hampir satu bulan. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus memanas sejak awal tahun.

Operasi militer yang melibatkan AS dan Israel telah berlangsung sejak Februari 2025. Serangan tersebut disebut menimbulkan korban besar.

Salah satu dampak signifikan adalah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Selain itu, ribuan warga dilaporkan menjadi korban.

Iran merespons dengan serangan balasan ke berbagai target. Sasaran meliputi Israel dan aset militer AS di kawasan Teluk.

Situasi ini memperburuk kondisi keamanan regional. Ketegangan meningkat di sejumlah titik strategis di Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah memenangkan pertempuran melawan Iran. Pernyataan tersebut menambah kompleksitas narasi konflik.

Seruan Qatar menambah tekanan internasional untuk meredakan konflik. Jalur diplomasi diharapkan menjadi jalan keluar dari eskalasi yang terus berlanjut.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
6 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x