x

Di Tengah Ancaman Krisis Global, Pengamat Sarankan Program MBG Dihentikan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 17:04 26 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MGB) terus mendapat sorotan serius di saat pemerintah tengah menyiapkan berbagai kebijakan efisiensi anggaran guna menghadapi ancaman krisis global buntut ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Program MBG yang memiliki anggaran super besar itu dikabarkan juga akan dilakukan efisiensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), guna menghemat anggaran negara sebesar Rp40 triliun per tahun.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menilai usulan efisiensi tersebut sudah sangat tepat jika melihat dinamika global yang terjadi saat ini.

“Sangat tepat kalau program MBG turut dilakukan efisiensi untuk menyikapi situasi global saat ini yang juga berpengaruh terhadap Indonesia,” kata Fernando saat dihubungi TODAYNEWS, Sabtu (28/3/2026).

Akan tetapi kata Fernando, banyaknya kritikan negatif dari publik terhadap program MBG sudah sepatutnya untuk dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sebab keberadaan program MBG sampai kini terkesan sebagai alat politik balas jasa terhadap orang-orang yang mendukung memenangkan Prabowo saat Pilpres 2024 lalu.

“Dari awal sudah banyak kritik dan masukan terkait dengan program MBG karena dianggap tidak tepat sasaran dan hanya untuk kepentingan balas jasa terhadap orang-orang yang ada disekitar Prabowo Subianto,” ujarnya.

Maka dari itu, melihat dinamika global yang terjadi saat ini dan ancaman krisis yang melanda ekonomi dunia sudah cukup menjadi alasan yang tepat untuk menghentikan program MBG.

Bahkan Fernando mengusulkan, baiknya program MBG diubah menjadi program Bantuan Biaya Gizi sehingga dapat menghemat anggaran.

“Saya menyarankan pemerintah, situasi global dapat dijadikan alasan untuk menghentikan program MBG dan mengganti menjadi program Bantuan Biaya Gizi sehingga ada penghematan Rp 5 ribu/porsi yang selama ini dimanfaatkan untuk biaya operasional dan infrastruktur dapur,” urainya.

“Sehingga ada penghematan biaya yang sangat signifikan dari perubahan program tersebut. Pemerintah melalui guru hanya mengontrol pemenuhan gizi anak yang dibelanjakan oleh orangtua murid dan pemerintah menentukan menu setiap harinya dalam seminggu,” lanjut Fernando.

Lebih lanjut, Fernando berharap Prabowo mau mendengarkan berbagai masukan terkait program MBG di tengah ancaman krisis global.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto mau mendengarkan masukan untuk kepentingan memaksimalkan programnya disaat situasi saat ini,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x