x

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Diperkirakan Rp5 Triliun

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 12:00 29

TODAYNEWS.ID — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatat lebih dari 150 ribu pengunjung dengan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian tersebut memperkuat potensi wisata olahraga (sport tourism) sebagai penggerak pariwisata dan perekonomian daerah.

Widiyanti mengatakan, ajang balap motor internasional di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Menurut dia, MotoGP Mandalika telah menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam pengembangan wisata olahraga Indonesia.

“Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif,” kata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Saat berkunjung ke Lombok pada Minggu (11/10), Widiyanti menyebut penyelenggaraan MotoGP selama empat tahun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari tren peningkatan jumlah penonton serta perhatian masyarakat internasional terhadap ajang balap motor tersebut.

Pada penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, jumlah pengunjung tercatat melampaui 150 ribu orang. Dampak ekonomi dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun melalui efek pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha.

Dampak ekonomi MotoGP juga tercermin dari hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terhadap penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Kajian tersebut memperkirakan dampak ekonomi secara nasional berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Menurut Widiyanti, manfaat penyelenggaraan MotoGP menjangkau berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan aktivitas wisatawan selama balapan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan.

“Efek pengganda yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM,” ucap Widiyanti.

Dia menilai manfaat tersebut memperlihatkan peran ajang olahraga internasional dalam menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Masyarakat di sekitar destinasi wisata diharapkan turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Widiyanti menambahkan, kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi olahraga internasional dapat memperkuat daya tarik destinasi wisata. Penyelenggaraan ajang berskala global juga berpotensi memperluas peluang usaha dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Meski demikian, dia menekankan bahwa manfaat MotoGP perlu dijaga agar tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat perlu berlanjut dalam jangka panjang.

“Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata, lanjut Widiyanti, akan terus mendorong pengembangan wisata olahraga sebagai sektor yang berpotensi meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kolaborasi itu diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga, meningkatkan kualitas penyelenggaraan ajang internasional, serta memperluas manfaat ekonomi bagi industri pariwisata dan masyarakat. Dengan langkah tersebut, MotoGP Mandalika diharapkan dapat menjadi pendorong pengembangan wisata olahraga Indonesia secara berkelanjutan.

 

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 days ago
6 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor