x

Bawaslu Ajak Mahasiswa Kritis Menyaring Informasi di Ruang Digital

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 20:38 28

TODAYNEWS.ID – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Puadi, mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam menyaring informasi di ruang digital. Menurut dia, kemampuan memverifikasi kebenaran informasi menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Pesan tersebut disampaikan Puadi dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026).

Di hadapan ratusan peserta, Puadi mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menilai informasi berdasarkan daya tarik atau popularitasnya. Mahasiswa juga perlu memeriksa kebenaran, tujuan penyebaran, serta bukti yang mendukung informasi tersebut.

“Jangan hanya bertanya apakah informasi itu menarik, tapi bertanyalah apakah informasi ini benar. Jangan hanya bertanya siapa yang menyebarkan informasi, tetapi bertanyalah untuk kepentingan apa informasi ini disebarkan,” kata Puadi.

Ia menilai, derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi kelompok yang paling cepat menerima informasi, tetapi juga mampu menguji kebenarannya sebelum menyebarkan kembali.

“Dan jangan hanya bertanya berapa banyak orang yang mempercayainya, tetapi bertanyalah apa bukti yang mendukungnya,” ujar dia.

Menurut Puadi, sikap tersebut merupakan bagian dari critical digital citizenship atau kewarganegaraan digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Ia menekankan, mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya bermedia digital yang sehat, termasuk dengan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Jadi, inilah yang dimaksud dengan critical digital citizenship. Kewarganegaraan digital yang kritis dan bertanggung jawab. Ini yang lebih penting buat adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puadi berharap kegiatan Bawaslu Campus Connect dapat menjadi ruang pengembangan demokrasi berbasis pengetahuan atau knowledge-based democracy.

Menurut dia, demokrasi tidak cukup hanya mengandalkan partisipasi masyarakat. Partisipasi tersebut perlu didukung pengetahuan, argumentasi yang kuat, serta pemahaman yang memadai terhadap persoalan publik.

“Saya ingin kegiatan ini juga menjadi ruang yang dimaksud dengan knowledge-based democracy. Demokrasi yang dibangun di atas pengetahuan, demokrasi yang dibangun di atas argumentasi. Dan tentunya ini juga harus ada partisipasi yang bermakna,” jelas Puadi.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
16 hours ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor