Taufik Hidayat (kharto) warga yang terdampak banjir di Garden City Resident, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (23/1/2026). TODAYNEWS.ID — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten, pada awal 2026. Warga menyebut banjir kali ini menjadi yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya.
Taufik Hidayat alias Kharto, warga Garden City Resident Blok G RW 21, Kecamatan Periuk, Kelurahan Gebang Raya, mengaku baru kali ini mengalami banjir separah itu. Air merendam rumahnya hingga membuat sejumlah barang terapung.
“Tahun ini terparah,” kata Kharto saat dihubungi, Jumat (23/1/2026). Ia bahkan menunjukkan video kondisi rumahnya yang sudah tergenang air.
Menurut Kharto, kawasan perumahannya memang kerap terdampak banjir. Namun, ketinggian air biasanya tidak pernah melewati lantai rumah.
“Biasanya cuma sampai di bawah lantai kompor, ini udah melebihin,” ujarnya. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh.
Akibat banjir, Kharto terpaksa mengungsikan anak dan istrinya ke rumah keluarga lain. Beberapa warga lain memilih bertahan, sementara sebagian lainnya juga mengungsi.
“Yang lain mah ada sebagian yang ngungsi, ada sebagian yang bertahan,” katanya. Situasi ini membuat lingkungan perumahan terlihat lengang.
Di sisi lain, sirene peringatan di Bendung Air 10 Sungai Cisadane meraung seiring meningkatnya ketinggian muka air. Kenaikan debit air dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu dan Kota Tangerang.
“Iya, benar dibunyikan karena di bawah itu sudah siaga satu,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni. Ia menyebut Sungai Cisadane saat ini berstatus siaga 3.
Taufik memastikan petugas telah disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Pemantauan debit air sungai terus dilakukan secara intensif.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pembunyian sirene merupakan langkah peringatan dini. Tujuannya agar warga di bantaran Sungai Cisadane meningkatkan kewaspadaan.
“Sirene dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi,” ujar Mahdiar. Petugas BPBD telah disiagakan di wilayah rawan banjir.
Video bunyi sirene di Bendung Air 10 Sungai Cisadane ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Warga pun memberikan beragam respons, mulai dari doa agar banjir segera surut hingga imbauan evakuasi.
BPBD mencatat banjir dan genangan terjadi di sejumlah kecamatan. Wilayah terdampak antara lain Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Tim gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan aparatur wilayah telah diterjunkan. Penanganan difokuskan pada genangan, pengaturan pintu air, dan pemantauan debit sungai.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat banjir. Namun, petugas tetap bersiaga mengantisipasi banjir susulan jika hujan kembali turun.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat.