Momen terbaik saat Persija Jakarta melawan tuan rumah Persita Tangerang di Indomilk Arena, Tangerang. Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 itu dimenangkan Persija dengan kedudukan 2-0. Kemenangan yang mengantarkan Persija duduki posisi runner up klasemen sementara.
Foto: Mario Sonatha/Todaynews.id TODAYNEWS.ID — Duel Bali United FC kontra Persija Jakarta pada pekan ke-21 Super League Indonesia 2025/2026 diprediksi berlangsung ketat dan sengit. Laga ini menjadi momentum bagi Macan Kemayoran untuk bangkit, meski harus menghadapi tantangan berat.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/2/2026). Sebagai tim tamu, Persija datang dalam situasi kurang ideal usai menelan kekalahan kandang perdananya musim ini.
Pada pekan lalu, Persija takluk 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (8/2/226). Hasil tersebut membuat posisi Persija tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 41 poin, terpaut enam angka dari Persib Bandung dan lima poin dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua.
Bagi Persija, kemenangan menjadi harga mati untuk tetap menjaga peluang dalam perburuan gelar musim ini.
Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menyebut timnya sudah siap bangkit meski sempat terpukul secara mental akibat kekalahan tersebut.
“Minggu ini tim pelatih dan juga pelatih kepala menyiapkan tim untuk bagaimana kembali lagi bahwa melihat kompetisi masih panjang, dan kita mau berusaha kembali untuk bisa menuju posisi yang kita inginkan, yaitu bisa tetap dekat dengan posisi yang pertama,” ujar Nelson.
Ia menambahkan, meski tanpa pelatih kepala Mauricio Souza yang menjalani sanksi skorsing, tim tetap siap menghadapi Bali United.
“Sehingga, kembali kita harus menguatkan mental, dan semoga apa yang kita planning, ya, dengan walaupun tanpa pelatih kepala, pesan-pesan yang sudah diberikan dan juga kita sudah meeting, dan kita siap menghadapi Bali United,” tambahnya.
Namun, misi tersebut jelas tidak mudah. Bali United juga mengusung ambisi bangkit setelah kalah dari Persebaya Surabaya pada laga sebelumnya.
Selain itu, Persija memiliki catatan kurang apik saat bermain di Pulau Dewata. Macan Kemayoran tercatat tak pernah menang dalam tujuh lawatan terakhir ke markas Bali United, bahkan selalu menelan kekalahan.
Kemenangan terakhir Persija atas Bali United di Bali terjadi pada 2018 dengan skor 2-1. Saat itu, gol Sandi Sute dan Marko Simic membawa kemenangan meski sempat dibalas oleh Stefano Lilipaly.
Secara keseluruhan, sejak 2016 kedua tim sudah bertemu 23 kali. Bali United mendominasi dengan 12 kemenangan, sementara Persija meraih tujuh kemenangan dan empat laga berakhir imbang. Dalam lima pertemuan terakhir, Persija hanya sekali menang.
Meski demikian, pelatih Bali United, Johnny Jansen, tetap waspada terhadap potensi ancaman dari Persija.
“Kami harus tahu apa yang menjadi kelebihan lawan. Kami sudah melihat bagaimana mereka menyerang dan bertahan melalui rekaman video,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.