x

Asmindo Perkuat Kemitraan Eksportir Kayu AS Usai Putusan Tarif MA

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 19:01 24 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan berbasis keberlanjutan bersama eksportir kayu keras Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam American Hardwood Export Council (AHEC). Langkah ini tetap dilanjutkan meskipun Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya menjadi sorotan.

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Pemerintah Indonesia dan AS pada 18 Februari 2026. Perjanjian ini dinilai membuka ruang perdagangan yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat hubungan dagang kedua negara.

“Kolaborasi ini berbasis prinsip keberlanjutan dan kepatuhan legal, serta bertujuan memperkuat rantai nilai Indonesia–Amerika, bukan menggantikan kayu domestik. Yang diimpor adalah bahan baku, sementara nilai tambah manufaktur, desain, dan ekspor tetap dilakukan di Indonesia,” kata Ketua Umum Asmindo Dedy Rochimat berdasarkan keterangannya, Jakarta, Kamis.

Menurut Dedy, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis jangka panjang dalam memperkuat rantai pasok global industri furnitur dan kerajinan berbasis kayu di kedua negara. Karena itu, meskipun kebijakan tarif resiprokal dibatalkan oleh MA AS, arah kolaborasi tetap dijalankan secara konsisten.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas rampungnya perjanjian ART dengan AS.

“Dengan demikian tercipta hubungan dagang yang saling menguntungkan atau win-win solution antara Indonesia dan AS. Ekspor furnitur Indonesia meningkat, kapasitas manufaktur nasional menguat, dan pada saat yang sama permintaan terhadap kayu keras Amerika juga tumbuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa kemitraan diarahkan untuk meningkatkan daya saing sekaligus volume ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia, terutama ke pasar Amerika Serikat. Namun demikian, kerja sama ini tidak menggeser peran kayu domestik sebagai bahan baku utama industri nasional.

Pemanfaatan American hardwood diposisikan sebagai alternatif material berkualitas tinggi guna memperkaya variasi bahan, meningkatkan mutu produk, serta memenuhi preferensi desain dan standar pasar internasional yang bernilai tinggi.

Selama ini, nilai belanja industri furnitur Indonesia terhadap American hardwood diperkirakan mencapai sekitar 30 juta dolar AS per tahun. Angka tersebut menunjukkan adanya kebutuhan yang stabil terhadap material premium dari AS.

Dengan implementasi ART yang diharapkan memperluas akses perdagangan, kebutuhan bahan baku hardwood Amerika diproyeksikan meningkat signifikan. Asmindo memperkirakan nilainya dapat mencapai sekitar 100 juta dolar AS dalam beberapa tahun ke depan.

Peningkatan tersebut dipandang sebagai konsekuensi logis dari pertumbuhan produksi furnitur ekspor Indonesia. Industri kini banyak mengombinasikan kayu lokal dengan kayu keras impor premium untuk menyasar segmen pasar menengah atas hingga premium.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak menjajaki penggunaan kayu keras AS untuk berbagai kategori produk, mulai dari solid wood furniture, komponen interior, hingga kerajinan kayu berorientasi ekspor ke pasar AS, Eropa, serta segmen premium global di dalam negeri.

Kerja sama ini juga mencakup pertukaran informasi mengenai spesies dan standar kualitas kayu keras AS, dialog teknis terkait pengolahan dan keberlanjutan, hingga fasilitasi jejaring bisnis antara eksportir Amerika dan produsen furnitur anggota Asmindo di Indonesia.

Pada tahap awal, implementasi kemitraan difokuskan pada penjajakan pasar, peningkatan pemahaman teknis terhadap material, serta pembentukan fondasi rantai pasok jangka panjang yang transparan, legal, dan berkelanjutan.

“Indonesia tidak hanya ingin menjadi basis produksi, tetapi menjadi pusat manufaktur furnitur bernilai tambah tinggi yang berbasis keberlanjutan dan kemitraan global,” tutur Dedy.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x