x

Arya Sinulingga Bantah Isu PSSI Dalangi Eksodus Pemain Diaspora ke Super League

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 19:35 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Isu keterlibatan PSSI dalam eksodus pemain diaspora ke Super League 2025/2026 mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Arya Sinulingga selaku anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

Tercatat ada sebelas pemain keturunan atau diaspora Timnas Indonesia yang kini berkarier di liga lokal. Mereka tersebar di empat klub berbeda pada kompetisi tersebut.

Persija Jakarta menjadi salah satu klub dengan jumlah terbanyak. Klub ibu kota itu diperkuat Cyrus Margono, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra.

Persib Bandung juga menampung empat pemain diaspora. Mereka adalah Thom Haye, Eliano Reijnders, Marc Klok, dan Dion Markx.

Dewa United Banten FC memiliki Ivar Jenner dan Rafael Struick dalam skuadnya. Sementara Jens Raven tercatat memperkuat Bali United FC.

Berkembang anggapan bahwa banyaknya pemain diaspora di liga lokal berkaitan dengan persiapan Piala AFF 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus di luar kalender resmi FIFA.

Kondisi itu dinilai menyulitkan Timnas Indonesia memanggil pemain yang berkarier di luar negeri. Klub di luar ASEAN diyakini tidak wajib melepas pemain karena ajang tersebut tidak masuk agenda FIFA.

Arya membantah PSSI ikut merayu atau mengatur kepindahan para pemain diaspora tersebut. Ia menyebut tudingan itu sebagai bentuk teori konspirasi.

“Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Itu urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan dibayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI,” kata Arya di Jakarta, dipetik Rabu (11/2).

Ia menilai tidak masuk akal jika PSSI disebut menyusun skenario demi kepentingan AFF.

“Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi,” ujarnya.

Arya menegaskan bahwa federasi tidak memiliki peran dalam pembiayaan kontrak pemain. Ia menyatakan bahwa klub sepenuhnya bertanggung jawab atas pembayaran gaji.

“Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub, enggak ada lah. Mana ada. Mana, enggak pernah terjadi seperti itu,” tegasnya.

Ia kembali menekankan bahwa proses perekrutan berjalan sesuai mekanisme pasar. “Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita (PSSI) kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain,” imbuh Arya.

Di akhir pernyataannya, Arya mengkritik pengamat sepak bola yang dinilainya kurang cermat.

“Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas. Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya,” katanya.

Ia menambahkan, “Cari yang cerdas gitu lho. Malu lho. Di mana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan enggak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya. Ya?,” ucap Arya.

 

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
7 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x