x

Antisipasi Pasokan Minyak usai Penutupan Selat Hormuz, Bahlil: Cukup untuk 20 Hari ke Depan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 10:36 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Eskalasi konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz mendorong pemerintah bergerak cepat.

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas langkah antisipasi pengamanan pasokan minyak nasional.

Pertemuan tersebut difokuskan pada mitigasi strategis di tengah ketergantungan Indonesia terhadap energi impor. Pemerintah mencermati situasi global karena Indonesia masih mengimpor minyak mentah hingga satu juta barel per hari.

Bahlil menyatakan masyarakat tidak perlu panik meski ancaman gangguan rantai pasok membayangi. Ia memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi terkendali.

“Masih cukup, cadangan BBM nasional kita masih aman untuk 20 hari ke depan,” ungkap Bahlil usai pertemuannya di Istana, Senin (2/3/2026).

Selain soal pasokan, kekhawatiran publik juga mengarah pada potensi tekanan terhadap anggaran subsidi energi. Bahlil menyatakan hingga saat ini postur subsidi belum terdampak situasi geopolitik.

“Sampai hari ini tidak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah,” jelasnya. Ia mengakui dinamika global dapat memengaruhi harga energi dunia.

Untuk merumuskan langkah lanjutan, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait. Rapat lanjutan dijadwalkan guna menyusun analisis komprehensif menghadapi ketidakpastian global.

“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Setelah itu, baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian komprehensif dari DEN,” tambah Bahlil. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar kebijakan berikutnya.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah mulai merealisasikan diversifikasi sumber impor energi. Salah satu langkahnya adalah mendatangkan sebagian pasokan dari Amerika Serikat.

Diversifikasi ini diharapkan memperkuat bantalan ketahanan energi nasional. Pemerintah menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari tindak lanjut kesepakatan yang telah ditandatangani.

“Soal impor dari AS, kan sudah saya katakan bahwa setelah kesepakatan ditandatangani, baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Kita beri rentang waktu sekitar 60 hari. Dan sampai hari ini, sebagian pasokan sudah kita ambil dari AS, terutama untuk kebutuhan elpiji (LPG),” kata Bahlil.

Pernyataan itu menandai implementasi awal pengalihan sebagian sumber pasokan energi. Pemerintah menekankan proses ini masih berlangsung sesuai tahapan yang telah disepakati.

Langkah antisipatif tersebut disiapkan sebagai respons terhadap dinamika konflik global. Pemerintah memastikan pemantauan situasi internasional terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x