x

Ahmad Sahroni Jadi Korban Dugaan Penipuan Rp300 Juta untuk Pengurusan Kasus

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 17:03 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Anggota DPR Ahmad Sahroni menjadi korban dugaan pemerasan oleh empat orang yang mengaku sebagai utusan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan nilai mencapai sekitar Rp300 juta.

Kasus ini kini tengah didalami Polda Metro Jaya setelah laporan resmi diajukan korban.

Kepastian identitas korban disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto. Ia membenarkan bahwa Ahmad Sahroni merupakan pihak yang melaporkan kasus tersebut.

“Benar (korban Ahmad Sahroni),” kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/4). Ia menyebut laporan diterima pada Kamis malam.

Menurut Budi, Sahroni melaporkan dugaan pemerasan tersebut sekitar pukul 22.00 WIB. Nilai uang yang diminta pelaku mencapai ratusan juta rupiah.

Polda Metro Jaya kini masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut. Penyelidikan mencakup unsur pengancaman dan pemerasan yang dilaporkan korban.

Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pencemaran nama baik terhadap pimpinan KPK. Informasi ini diperoleh dari pihak KPK yang turut berkoordinasi.

“Ini juga ada informasi dari pihak KPK, bahwa adanya dugaan-dugaan mencemarkan nama pimpinan-pimpinan di KPK,” ujar Budi. Ia menegaskan pihaknya akan mendalami hal tersebut.

Budi juga menyebut penyidik masih menelusuri keterkaitan antar laporan. Polisi meminta waktu untuk mengungkap secara menyeluruh kasus ini.

Sementara itu, tim gabungan KPK dan Polda Metro Jaya bergerak cepat. Empat orang terduga pelaku berhasil diamankan pada Kamis malam.

Penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut barang bukti mencapai 17.400 dolar Amerika Serikat. Uang tersebut diduga terkait dengan aksi pemerasan.

“Para terduga pelaku diamankan di wilayah Jakarta Barat,” ungkap Budi. Ia menambahkan pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan.

Lebih lanjut, para pelaku mengaku sebagai utusan pimpinan KPK. Mereka mengklaim dapat mengatur penanganan perkara dugaan korupsi.

“Diduga permintaan ini bukan yang pertama kalinya,” tutur Budi. Hal ini membuka kemungkinan adanya korban lain dalam kasus serupa.

KPK pun mengeluarkan imbauan kepada publik. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan lembaga antirasuah.

“Hati-hati dengan berbagai modus oleh oknum yang mengatasnamakan sebagai pegawai KPK,” ujar Budi. Ia menegaskan tindakan tersebut termasuk penipuan dan pemerasan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan modus operandi para pelaku.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
9 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x