TODAYNEWS.ID – Lamine Yamal kembali dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik dunia dengan meraih Kopa Trophy 2026 pada Senin (26/10/2026) malam. Bintang Barcelona itu mencetak sejarah sebagai pesepak bola pertama yang memenangkan penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
Yamal sebelumnya meraih Kopa Trophy pada 2024 dan 2025. Penghargaan edisi 2026 sekaligus mempertegas pengakuan terhadap kiprahnya di kategori pemain muda, di tengah persaingannya dalam nominasi Ballon d’Or sebagai pemain terbaik dunia.
Namun, di balik pencapaian bersejarah tersebut, Yamal justru menyebut rekan setimnya di Barcelona, Pau Cubarsí, sebagai sosok yang lebih pantas menerima penghargaan. Ia menyampaikan apresiasi itu saat memberikan pidato penerimaan Kopa Trophy di London.
“Ini adalah kehormatan bisa berada di sini dan menerima penghargaan ini,” ujar Yamal.
Pemain muda asal Spanyol itu kemudian mengungkapkan keinginannya agar Cubarsí turut hadir dalam acara penghargaan tersebut. Menurut Yamal, penampilan konsisten sang bek membuatnya layak mendapatkan pengakuan serupa.
“Saya sebenarnya ingin melihat rekan setim saya, Cubarsí, ada di sini karena menurut saya penghargaan ini seharusnya untuknya. Dia pantas mendapatkannya. Dia sudah bermain di level yang luar biasa selama ini,” katanya.
Yamal juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan terima kasih kepada Barcelona dan tim nasional Spanyol yang mendukung perjalanan kariernya. Ia kembali menegaskan bahwa Cubarsí seharusnya menjadi penerima penghargaan tahun ini.
“Ini adalah tahun ketiga saya berada di sini untuk penghargaan ini. Saya ingin berterima kasih kepada klub saya dan tim nasional saya. Berbicara tentang penghargaan yang satu ini secara khusus, seharusnya ini untuk Cubarsí,” ujarnya.
Yamal dan Cubarsí sama-sama menjadi bagian dari skuad Barcelona yang meraih gelar La Liga musim lalu. Keduanya juga disebut berperan dalam keberhasilan tim nasional Spanyol di Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Utara, Meksiko, dan Kanada.
Sementara itu, Cubarsí tidak menghadiri malam penghargaan Ballon d’Or di London. Bek Barcelona tersebut memilih tetap berada di Barcelona untuk beristirahat setelah menjalani pekan yang berat bagi timnya.
Keputusan itu diambil setelah Barcelona menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain (PSG) dan Real Madrid. Di tengah situasi tersebut, Yamal tetap membawa pulang Kopa Trophy sekaligus memberikan penghormatan kepada rekan setimnya yang ia nilai layak menerima penghargaan tersebut.