Laporan: Akbar Budi Prasetia
Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi saat diwawancarai wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi meminta penyebab kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Banten, pada Selasa (20/10/2026), diusut secara transparan.
Hasil penyelidikan tersebut dinilai penting untuk mengevaluasi standar keselamatan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Mori mengatakan, insiden tersebut menjadi pengingat bagi regulator dan operator penyeberangan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum kapal beroperasi.
“Penyebab kebakaran perlu diusut secara transparan sebagai dasar perbaikan dan penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran,” kata Mori dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Politikus Partai NasDem itu menilai, pengawasan terhadap angkutan penyeberangan tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan persyaratan administrasi. Pemeriksaan harus mencakup kondisi teknis kapal serta fungsi seluruh perangkat keselamatan.
Menurut dia, kelaikan kapal, kesiapan alat pemadam kebakaran, sarana evakuasi, dan kemampuan awak dalam menghadapi keadaan darurat harus dipastikan secara menyeluruh.
“Regulator harus lebih ketat. Pemeriksaan jangan berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi harus memastikan kondisi kapal dan seluruh perangkat keselamatannya berfungsi,” ujarnya.
Mori menegaskan, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Karena itu, setiap temuan dalam pemeriksaan harus ditindaklanjuti agar standar keselamatan benar-benar diterapkan dalam operasional sehari-hari.
Di sisi lain, Mori mengapresiasi respons cepat tim SAR gabungan dan berbagai pihak yang terlibat dalam proses evakuasi penumpang serta awak kapal.
Ia juga meminta agar korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan sesuai kebutuhan.
“Terima kasih kepada tim SAR gabungan, petugas, awak kapal penolong, dan masyarakat yang membantu penyelamatan. Respons cepat dan kerja sama ini patut diapresiasi,” katanya.
Untuk itu, Mori berharap, evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut dapat diikuti dengan penguatan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan darurat.
“Ke depan, kesiapsiagaan tersebut harus diiringi langkah pencegahan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Mori.
Dengan demikian, upaya meningkatkan keselamatan pelayaran tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi juga melalui pengawasan dan pemeriksaan yang konsisten sebelum kapal beroperasi.
Editor: Azis Arriadh