Laporan: Akbar Budi Prasetia
Foto ilustrasi SPPG saat pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa) TODAYNEWS.ID – Pengamat kebijakan publik, Fernando Emas menilai, insentif sebesar Rp2.000 per porsi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhin Gizi (SPPG) tidak masalah.
“Menurut saya besaran insentif Rp. 2.000 per porsi sudah sesuai karena masih ada lagi biaya operasional Rp. 2.000 per porsi yang diterima oleh SPPG,” katanya kepada TODAYNEWS, Selasa (20/10/2026).
Kendati begiti, Fernando memandang yang perlu dilakukan pengawasan secara ketat yakni anggara per porsinya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh SPPG.
Jangan sampai, kata Fernando, biaya per porsi sebesar Rp10.000 itu mengurangi kualitas makanan.
“Namun yang harus terus dilakukan pengawasan adalah terkait dengan biaya Rp.10.000 per porsi untuk menu makanan penerima manfaat agar jangan sampai ada pengurangan hanya untuk memperbesar keuntungan,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa kritikan dan masukan sudah banyak diberikan terkait pelaksanaan program MBG.
Fernandi berharap kritikan dan masukan terus menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam melakukan evaluasi program tersebut.
“Agar semakin maksimal manfaatnya dirasakan oleh para penerima manfaat,” pungkasnya.
Editor: Azis Arriadh