x

Pengamat Baca Sinyal Jokowi: Pilpres 2029 Bisa Tanpa Prabowo, Gibran Berpeluang Naik Kelas

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 19:03 46

TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan mantan Presiden RI Jokowi bahwa Pemilu masih jauh dapat dibaca sebagai sinyal peta politik menuju Pilpres 2029 mulai diperhitungkan, termasuk kemungkinan kontestasi tanpa keikutsertaan Presiden Prabowo Subianto.

Fernando menilai, jawaban Jokowi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa mantan Wali Kota Solo itu kehilangan harapan untuk kembali memasangkan Prabowo Subianto dengan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2029.

Menurutnya, ada kemungkinan Jokowi justru mulai membaca peluang membangun poros politik tersendiri, dengan mempertimbangkan dinamika pemerintahan dan situasi politik nasional.

“Jokowi sudah melihat dan membaca potensi politik ke depan terkait dengan Pilpres 2029,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Senin (12/10/2026).

Ia menduga Jokowi memiliki keyakinan bahwa kontestasi Pilpres 2029 berpotensi berlangsung tanpa Prabowo sebagai salah satu kandidat.

Namun, ia tidak merinci indikator yang mendasari penilaiannya mengenai kemungkinan Prabowo tidak akan mengikuti kontestasi mendatang.

Di sisi lain, Fernando juga menyoroti dinamika politik dan ekonomi yang menurutnya dapat memengaruhi peta dukungan terhadap pemerintahan.

Ia menilai ketidakpastian situasi politik, harapan masyarakat terhadap perbaikan ekonomi, serta kritik terhadap efisiensi anggaran berpotensi menjadi faktor penting menjelang Pemilu 2029.

“Selain itu bagaimana efisiensi anggaran tidak sejalan dengan kenyataan bahwa terjadi pemborosan dengan semakin banyaknya perangkat pendukung pemerintahan yang dianggap hanya untuk melanggengkan kekuasaan sehingga membuat rakyat bergerak,” ujarnya.

Fernando juga menyinggung keberadaan berbagai perangkat pendukung pemerintahan yang dinilainya memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran dan orientasi kekuasaan.

“Jokowi tentu sudah melihat kegelisahan rakyat karena situasi yang tidak menentu serta harapan perbaikan ekonomi yang tidak kunjung tiba membuat adanya gerakan masyarakat sipil menuntut suatu perubahan kepemimpinan,” kata Fernando.

Lebih lanjut, Fernando memandang, berbagai dinamika tersebut dapat mendorong Jokowi menghitung ulang strategi politiknya, termasuk terkait masa depan Gibran setelah menjabat sebagai wakil presiden.

Menurutnya, polemik mengenai persyaratan pencalonan Gibran yang sebelumnya menjadi perhatian publik juga dapat memengaruhi konstelasi politik menuju Pilpres 2029.

Fernando bahkan menilai ada kemungkinan sebagian pendukung Gibran mulai membayangkan peluang politik yang lebih besar bagi putra Jokowi tersebut.

Ia menggambarkan situasi itu seolah menjadi pesan bahwa Pilpres 2029 tetap akan berlangsung menarik, bahkan jika peta kandidat berubah dan Prabowo tidak ikut berkontestasi.

“Tentu Jokowi sudah melihat itu dan tidak berharap memasangkan Gibran dengan Prabowo, karena polemik ijazah Gibran dan milenial untuk mendukung wapres ke-14 tersebut menjadi presiden ke-9,” ucapnya.

“Seolah dukung mereka ingin mengatakan kepada Gibran, bahwa: “nggak ada lo, pilpres 2029 nggak rame”,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 days ago
7 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor