Laporan: Dhanis
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati saat diwawancarai wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026. Foto: TODAYANEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta II, Kurniasih Mufidayati, mendorong penguatan sistem pencegahan kebakaran di Jakarta melalui edukasi keselamatan listrik, pemetaan kawasan rawan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan menyusul delapan peristiwa kebakaran di sejumlah wilayah Jakarta pada 8–9 Oktober 2026. Salah satu kebakaran terjadi di Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, yang menghanguskan 83 rumah dan berdampak terhadap 388 warga.
Kurniasih menyampaikan keprihatinan kepada para korban. Menurut dia, penanggulangan kebakaran tidak cukup mengandalkan kecepatan pemadaman, tetapi juga harus menitikberatkan pada pencegahan sejak dini.
“Pencegahan harus menjadi gerakan bersama, dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan permukiman. Kita membutuhkan sistem yang komprehensif, bukan hanya respons ketika kebakaran sudah terjadi,” ujar Kurniasih, dalam keterangan yang diterima, Senin (12/10/2026).
Data Januari–Agustus 2026 mencatat 1.216 kebakaran di Jakarta, termasuk 358 kejadian di bangunan permukiman. Faktor kelistrikan disebut menyumbang sekitar 53 persen penyebab kebakaran.
Kurniasih menilai angka tersebut menunjukkan pentingnya edukasi penggunaan listrik yang aman, seperti menghindari penumpukan sambungan listrik, memeriksa kabel rusak, dan menggunakan peralatan sesuai standar keselamatan.
Ia juga mengusulkan edukasi rutin melalui pengurus RT/RW dan relawan kebakaran, disertai simulasi sederhana agar masyarakat mampu mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan awal secara tepat.
Selain itu, pemerintah perlu memetakan risiko kebakaran hingga tingkat RW dengan mempertimbangkan kepadatan bangunan, kondisi instalasi listrik, akses kendaraan pemadam, dan ketersediaan sumber air.
Kurniasih turut mendorong optimalisasi relawan kebakaran serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang layak dan mudah dijangkau. Pelatihan evakuasi dan penggunaan APAR juga perlu dilakukan secara berkala.
Ia mengingatkan bahwa penanganan awal harus mengutamakan keselamatan warga, terutama jika kebakaran melibatkan instalasi listrik yang masih bertegangan.
Editor: Azis Arriadh