x

Sentil Macron, Iran Tuding Prancis Terapkan Standar Ganda soal Senjata Nuklir

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 23:08 34

TODAYNEWS.ID – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, mengkritik kebijakan Prancis terkait senjata nuklir. Ia menilai Paris telah menerapkan standar ganda karena menganggap persenjataan nuklir sebagai jaminan keamanan bagi negaranya, tetapi memandang program nuklir Iran sebagai ancaman.

Kritik tersebut disampaikan Baqaei melalui unggahan di akun X pada Jumat (9/10/2026) malam. Ia menyoroti pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menekankan pentingnya kekuatan militer agar suatu negara disegani dan ditakuti.

Baqaei membandingkan pernyataan Macron itu dengan sikap Prancis yang secara tegas menolak Iran memiliki senjata nuklir. Padahal, menurut Teheran, program nuklir Iran ditujukan untuk kepentingan damai dan berada di bawah pengawasan internasional.

“Pertanyaannya bukanlah mengapa Prancis memiliki penangkal nuklir. Pertanyaan sebenarnya adalah mengapa logika yang, di mata Prancis, menjamin keamanan dan kebebasannya tiba-tiba menjadi ‘ancaman’ ketika menyangkut Iran,” tulis Baqaei dalam unggahan berbahasa Prancis seperti dilaporkan kantor berita Tasnim.

Ia menilai negara-negara pemilik senjata nuklir menggunakan alasan keamanan untuk membenarkan kepemilikan persenjataan tersebut. Namun, alasan serupa justru dipersoalkan ketika negara lain mengembangkan kemampuan nuklir, termasuk untuk tujuan sipil.

Dalam unggahannya, Baqaei juga mengutip pernyataan Macron mengenai Iran. Presiden Prancis itu menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, baik saat ini maupun pada masa mendatang.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Tidak hari ini, tidak dalam lima tahun, tidak dalam sepuluh tahun. Tidak akan pernah,” demikian pernyataan Macron yang dikutip Baqaei.

Menurut Baqaei, sikap tersebut mencerminkan upaya negara-negara kuat mempertahankan dominasi dalam kepemilikan senjata nuklir. Ia menilai negara pemilik senjata nuklir ingin tetap memiliki keunggulan strategis, sementara negara lain dibatasi dengan alasan mencegah ancaman nuklir.

“Realitas pahitnya adalah ini: Mereka tidak menginginkan perdamaian untuk semua orang. Mereka ingin mempertahankan monopoli atas kekuatan yang menimbulkan rasa takut dan legitimasi untuk mengintimidasi,” ujarnya.

Baqaei menegaskan, perdamaian internasional tidak dapat dibangun melalui kebijakan yang memberikan hak keamanan kepada sebagian negara, tetapi membatasi negara lain berdasarkan standar berbeda.

Ia juga memperingatkan bahwa tatanan internasional semacam itu berisiko lebih mengutamakan dominasi negara-negara besar daripada menjamin keamanan dan perdamaian secara setara.

“Tatanan internasional yang tidak mengakui hak setiap orang atas keamanan dan perdamaian lebih banyak mendorong dominasi segelintir kekuatan daripada melindungi perdamaian itu sendiri,” tutup Baqaei.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 days ago
5 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor