x

Herdman Salut dengan Daya Juang Pemain Timnas Indonesia Lawan Malaysia

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Selasa, 29 Sep 2026 07:00 32

TODAYNEWS.ID — Kepala pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengapresiasi daya juang anak asuhnya setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda harus bertahan dengan 10 pemain sejak menit ke-37 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Bermain di hadapan lebih dari 50 ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia kehilangan Thom Haye setelah mendapat kartu merah langsung. Situasi tersebut membuat skuad Garuda harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Namun, Herdman melihat kartu merah Haye dari perspektif berbeda. Pelatih asal Inggris itu menyebut kondisi tersebut menjadi ujian bagi para pemain untuk menunjukkan komitmen mereka kepada Timnas Indonesia.

Herdman mengatakan pengalaman menghadapi keputusan wasit menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di sepak bola. Ia pun memilih agar tim tidak larut dalam keputusan yang sudah terjadi.

“Lihat, saya sudah berada di sepak bola selama 25 tahun. Beberapa Piala Dunia, Olimpiade. Saya pernah mengalami nasib buruk dengan wasit, dan saya juga pernah mengalami momen buruk,” kata Herdman seusai pertandingan.

Menurut Herdman, kartu merah tersebut justru memberi kesempatan bagi para pemain untuk membangun kebersamaan. Para pemain naturalisasi maupun lokal dinilai mendapat pengalaman untuk berjuang bersama dalam situasi sulit.

“Dan kartu merah itu bagi kami memberikan kesempatan bagi para pemain untuk membentuk sebuah persaudaraan, untuk belajar bagaimana bertarung bersama dalam sebuah momen demi negara mereka, untuk terus melangkah dan terus berjuang,” ujarnya.

Herdman bahkan menyebut kartu merah Haye sebagai sesuatu yang memiliki dua sisi. Situasi tersebut menjadi kerugian karena Indonesia kehilangan satu pemain, tetapi sekaligus menjadi pengalaman penting bagi tim.

“Jadi, Anda melihat kutukan dari kartu merah, tetapi dalam beberapa hal itu adalah anugerah. Sebab sebagai bagian dari perjalanan kami, kami membutuhkan momen-momen seperti itu,” lanjut Herdman.

Di tengah tekanan tersebut, lini belakang Indonesia mampu mempertahankan gawang dari kebobolan. Maarten Paes tampil penting melalui sejumlah penyelamatan untuk menjaga skor tetap 0-0 hingga pertandingan berakhir.

Paes juga memberikan apresiasi kepada para pemain bertahan yang bekerja keras sepanjang laga. Ia secara khusus menyoroti aksi Calvin Verdonk dan Dean James yang beberapa kali memblok tembakan pemain Malaysia.

Menurut Paes, dukungan suporter juga berperan penting ketika Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Ia menyebut puluhan ribu penonton di SUGBK mampu menjalankan peran sebagai pemain ke-12 bagi skuad Garuda.

“Tentu saat kami harus bermain dengan 10 orang, kami membutuhkan suporter untuk menjadi pemain ke-11 kami, dan saya pikir mereka melakukan itu,” kata Paes.

Kiper Timnas Indonesia itu juga menyoroti konsistensi pertahanan skuad Garuda. Dari enam pertandingan terakhir, Indonesia mencatat lima clean sheet.

“Jika Anda melihat sepak pojok terakhir, semua orang memblok bola dan mengamankan clean sheet, ini sangat penting. Saya pikir dalam enam laga terakhir kami mencatatkan lima clean sheet. Itu menjelaskan banyak hal tentang tim kami,” tuturnya.

Paes juga tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Haye. Ia memilih fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan oleh tim.

“Saya tidak melihat tayangan ulang, jadi seperti yang pelatih katakan, Anda harus mengontrol apa yang bisa Anda kontrol. Saat itu wasit memutuskan hal tersebut, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu,” ujar Paes.

Dukungan suporter kembali terasa setelah pertandingan ketika para pemain dan penonton menyanyikan lagu “Tanah Airku”. Paes menyebut momen tersebut memberikan pengalaman emosional bagi para pemain Timnas Indonesia.

“Ini adalah malam spesial lainnya di Gelora Bung Karno. Anda merinding saat berjalan ke lapangan, melihat lagu kebangsaan dinyanyikan bersama, dan merinding setelah pertandingan saat kami menyanyikan ‘Tanah Airku’,” ungkapnya.

Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia mengantongi satu poin dari pertandingan kedua Grup A. Skuad Garuda kini bersiap menghadapi Bangladesh pada laga terakhir fase grup.

Herdman meminta para pemain memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kondisi fisik. Padatnya jadwal membuat pemulihan menjadi perhatian penting sebelum pertandingan berikutnya.

“Kami memiliki jadwal yang sangat padat dengan jeda dua hari, jadi pemulihan fisik malam ini sangat krusial. Saya hanya ingin menyampaikan kepada para suporter: datanglah dan tetap bersama kami. Kami akan menyelesaikan tugas ini,” pungkas Herdman.

Editor: Aziz Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

18 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor