Ilustrasi Bendera Republik Islam Iran. Sumber: depositphotos TODAYNEWS.ID – Komando militer tertinggi Iran mengancam akan memberikan pukulan “telak dan menghancurkan” kepada Amerika Serikat (AS). Ancaman itu disampaikan menyusul gelombang serangan udara AS yang disebut-sebut menargetkan sejumlah posisi di wilayah selatan Iran.
Dalam pernyataan komando militer Iran, seperti dilaporkan IRNA pada Rabu (2/9/2026), pihaknya memastikan bahwa militer AS akan menghadapi konsekuensi berat atas serangan terbaru tersebut.
“Sebagai tanggapan atas agresi udara oleh Angkatan Darat AS terhadap titik-titik di Sistan dan Baluchestan serta Hormozgan, angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan memberikan pukulan telak dan menghancurkan kepada musuh Amerika yang keji dan jahat,” demikian pernyataan komando militer Iran.
Iran menegaskan semakin Washington melanjutkan apa yang disebut Teheran sebagai tindakan agresif di kawasan, semakin besar pula kerugian yang akan ditanggung AS.
“Kami telah berulang kali menyatakan dan menunjukkan dalam tindakan bahwa dalam keadaan apa pun kami tidak akan mengkompromikan hak-hak bangsa Iran yang heroik, dan kami akan memberikan kerugian besar kepada musuh Amerika,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, turut memperingatkan adanya hukuman berat bagi pihak yang disebut sebagai agresor.
Menurut Mohebbi, AS akan menyesali keputusan melancarkan serangan baru ke wilayah Iran.
Ancaman dari Teheran ini muncul setelah serangkaian serangan baru yang diklaim dilakukan AS terhadap sejumlah wilayah Iran, termasuk Chabahar dan Konarak di Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, IRGC mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan Ali al-Salem milik AS di Kuwait.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu pagi, IRGC menyebut serangan tersebut menghantam sejumlah fasilitas di pangkalan tersebut, termasuk pos komando dan fasilitas drone.
IRGC juga mengklaim beberapa drone di pangkalan itu hancur akibat serangan tersebut. Operasi kali ini disebut sebagai bentuk pembalasan atas serangan udara AS terhadap sebuah rumah warga di Sirik, Provinsi Hormozgan.
Menurut klaim IRGC, serangan tersebut menewaskan empat warga sipil, termasuk seorang anak, serta melukai puluhan orang lainnya.
Ketegangan antara Iran dan AS pun kembali meningkat menyusul saling serang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.