x

Akhir Penantian Tiga Dekade: Prabowo Resmi Mulai Pembangunan LNG Abadi Masela

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Jul 2026 09:54 39 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Setelah penantian panjang selama hampir 30 tahun, Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela resmi memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking pada Kamis (16/7/2026).

Proyek yang telah menjadi wacana sejak 1998 ini akhirnya dieksekusi melalui peresmian yang dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan betapa krusialnya proyek ini bagi kedaulatan bangsa. Ia menyoroti lamanya waktu yang terbuang sejak gagasan ini muncul hingga akhirnya benar-benar dimulai hari ini.

“Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade rakyat menunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa dimulainya proyek ini adalah pencapaian bersejarah.

Setelah melewati dinamika politik dan ekonomi selama puluhan tahun, sinergi pemerintah saat ini berhasil membawa Proyek Masela ke fase konstruksi.

“Proyek ini sejak tahun 1998, dan ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian kita. Atas arahan dan dukungan Presiden, proyek ini akhirnya mencapai tonggak penting hari ini,” ujar Bahlil.

Pengembangan proyek abadi Masela mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi. Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar, Bahlil mengatakan bahwa proyek abadi Masela akan memiliki kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, atau setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari. Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita,” kata Menteri ESDM itu.

“Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor,” tambah Bahlil.

Bagi pemerintah, LNG Abadi Masela bukan sekadar fasilitas energi. Proyek ini merupakan simbol percepatan hilirisasi dan bukti komitmen nyata untuk memeratakan pembangunan ekonomi hingga ke wilayah timur Indonesia.

Setelah penantian selama 30 tahun, langkah konkret ini menjadi harapan baru bagi kemandirian energi nasional.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor