x

Pembangunan Flyover Latumeten Ditargetkan Urai Kemacetan

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Jul 2026 11:09 37 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan pembangunan Flyover Latumeten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kemacetan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.

“Infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu saat ini masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti,” kata Kenneth di Jakarta, Jumat.

Menurut Kenneth, pembangunan Flyover Latumeten berawal dari aspirasi warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Mereka meminta solusi untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan tersebut.

Ia menceritakan, saat melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan Latumeten pada masa reses tahun 2024, banyak warga menyampaikan harapan agar pemerintah membangun flyover.

“Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat,” ungkap Kenneth.

Saat itu, lanjut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk merealisasikan pembangunan flyover. Meski demikian, ia meminta agar terlebih dahulu dilakukan kajian untuk memetakan persoalan yang ada.

Setelah kajian tersebut selesai, proyek Flyover Latumeten kemudian masuk ke tahap lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.

“Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan, bisa selesai on time, seperti yang diharapkan Pak Gubernur,” ucap Kenneth.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menjelaskan Flyover Latumeten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta.

Sebagai bagian dari sistem integrasi antarmoda, kata Kenneth, kawasan tersebut juga akan dilengkapi skywalk, lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terhubung dengan kawasan sekitar.

Ia menuturkan konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang membawa barang maupun kereta bayi.

“Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga,” ujar Kenneth.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas itu mengatakan kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum. Fasilitas itu menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumeten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.

Dengan konsep tersebut, perpindahan antarmoda transportasi diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien. Selain membantu melancarkan arus kendaraan, fasilitas integrasi itu juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki saat berpindah moda transportasi.

“Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas,” tutur Kenneth.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pembangunan Flyover Latumeten menelan anggaran sebesar Rp259 miliar.

Hingga saat ini, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.

Pramono mengatakan Flyover Latumeten menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat karena berada di kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan.

“Flyover Latumeten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali,” ungkap Pramono.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor