x

Pejabat Iran Peringatkan Negara-negara Arab tentang Proyek Berbahaya Rezim Zionis Israel

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 13:38 24 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Mantan komandan IRGC yang juga Anggota Dewan Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan kepada negara-negara regional tentang tujuan dan niat jahat rezim Zionis Israel di kawasan Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Razei dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan di media sosial, mengutip laporan kantor berita Tasnim, pada Selasa (12/5/2026).

Razei yang juga Penasihat Senior Pemimpin Revolusi Islam itu memperingatkan negara-negara Arab, bahwa rezim Zionis berupaya memicu konflik dan perpecahan di seluruh kawasan untuk mendominasi tanah dan sumber daya mereka.

“Saudara-saudara Arab dan Muslim! Tujuan rezim Zionis adalah untuk mengobarkan api konflik dan perselisihan di kawasan ini agar mereka dapat mendominasi wilayah dan sumber daya kalian,” kata Razei.

Ia juga memperingatkan bahwa kerja sama yang kerap dilakukan oleh negara-negara Arab dengan rezim Zionis merupakan “proyek berbahaya” yang akan membawa “konsekuensi berat dan serius,” bagi kawasan.

“Tetap waspada dan berwawasan luas,” tambah Rezaei.

Seperti diberitakan, pemerintah Israel melalui Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah mengumumkan tentang rencana perluasan perbatasan negara yang mencakup wilayah Suriah, Lebanon, hingga wilayah Palestina.

Ambisi ekspansionis yang disebut sebagai proyek ‘Israel Raya’ ini sebagai babak politik terakhir dari aksi militer yang tengah berlangsung.

“Akan ada komponen politik yang melengkapi hasil di Gaza, yang memperluas perbatasan kita,” kata Pemimpin Partai Zionis Religius itu, pada Minggu (12/4/2026) lalu.

“Akan ada komponen politik di Lebanon yang akan memperluas perbatasan kita hingga Sungai Litani di dalam garis pertahanan yang dapat dipertahankan. Akan ada juga dimensi politik di Suriah, di Gunung Hermon dan setidaknya di dalam zona penyangga,” lanjutnya.

Adapun proyek ‘Israel Raya’ seperti dilaporkan Para Today merupakan cita-cita religius-politik dengan akar historis mendalam, yang telah berkembang dari perundingan Herzl dengan kekuatan kolonial hingga rencana Yinon dan pernyataan kontemporer para politisi Israel seperti Netanyahu, Smotrich, dan Ben-Gvir.

Proyek ini, yang dijalankan dengan dukungan Amerika dan lemahnya reaksi negara-negara Arab, serta dilaksanakan melalui instrumen militer seperti perang Gaza dan serangan ke Lebanon dan Suriah, politik (Undang-undang Kebangsaan 2018 dan pembangunan permukiman), dan diplomatik (dukungan Amerika dan sekutu Barat).

Tujuannya meliputi perluasan wilayah, pelemahan negara tetangga, pengusiran paksa rakyat Palestina, dominasi ekonomi, aliansi dengan minoritas, serta legitimasi religius. Namun, proyek ini menghadapi tantangan besar dan serius dari kawasan dan dunia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
1 day ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x