Pengamat Politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyoroti pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang kembali membuka sejarah lama soal perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya di tengah perubahan konstelasi kekuasaan, pernyataan itu kini tak lagi dibaca sebagai kilas balik semata, akan tetapi banyak pihak yang melihatnya sebagai bagian dari dinamika baru antar elite.
Arifki menilai pernyataan JK tidak bisa dilepaskan dari konteks politik kekinian dan bukan momentum kebetulan. Menurutnya di saat peta politik mulai bergeser, setiap narasi lama bisa punya makna baru.
“Dalam politik, pernyataan tentang masa lalu hampir selalu punya dimensi hari ini. Apa yang disampaikan JK bisa dibaca sebagai upaya menegaskan peran historis sekaligus menjaga posisi dalam percakapan politik nasional,” ujar Arifki pada Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, perjalanan politik Jokowi juga tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh-tokoh kunci lain seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, serta berbagai momentum politik yang menguntungkan seperti selera politik rakyat. Dan, posisi JK tahun 2014 memang sebagai cawapres Jokowi.
Menurutnya, dukungan partai, konfigurasi koalisi, hingga situasi politik nasional saat itu turut membentuk jalan Jokowi menuju puncak kekuasaan.
“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning,” lanjutnya.
Meski demikian, Arifki mengingatkan bahwa perjalanan politik seorang pemimpin tidak berdiri sendiri, melainkan hasil interaksi banyak aktor dan momentum.
“Ada banyak aktor dan faktor yang berkontribusi. Karena itu, publik juga perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas,” pungkasnya.