x

Wacana Merger Gerindra–NasDem, Pupuskan Peluang Anies Baswedan di 2029

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 13:32 37 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wacana penyatuan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem dinilai tidak hanya mengubah konfigurasi kekuasaan nasional, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap peluang tokoh oposisi seperti Anies Baswedan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai jika merger atau pembentukan blok permanen benar-benar terjadi, maka posisi Anies akan berada dalam situasi yang tidak mudah.

Pasalnya kata Arifki, selama ini NasDem menjadi salah satu pilar utama yang menopang basis dukungan politik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Ketika NasDem bergeser masuk dalam penyatuan dengan Partai Gerindra, Anies kehilangan salah satu fondasi penting. Ini membuat peluangnya di 2029 berada di persimpangan,” ujar Arifki pada Selasa (14/4/2026).

Arifki memandang, dalam sistem politik Indonesia yang sangat bergantung pada dukungan partai, keberadaan kendaraan politik menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan elektoral seorang figur.

“Meskipun saat ini Anies juga dikaitkan dengan Partai Gerakan Rakyat, tantangan verifikasi pemilu tetap menjadi hambatan awal yang harus dilalui,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata Arifki, jika NasDem tetap bertahan pada posisinya saat ini maka ruang untuk kembali mengusung Anies di Pilpres 2029 akan semakin sulit.

“Jika bertahan dalam blok kekuasaan, ruang untuk mengusung figur seperti Anies menjadi terbatas. Namun jika memilih keluar, NasDem harus mampu membangun basis politik baru di luar kekuasaan sebagai bekal menuju 2029,” ujarnya.

Arifki menyimpulkan, wacana merger Gerindra–NasDem tidak sekadar soal konsolidasi kekuatan, tetapi juga membuka ketidakpastian baru dalam peta politik nasional, termasuk masa depan Anies dalam kontestasi Pilpres 2029.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
12 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x