x

Serangan Israel ke Lebanon Ancam Keberlanjutan Gencatan AS-Iran

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 20:27 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Operasi udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Lebanon mengguncang upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus memicu krisis kemanusiaan dan ancaman stabilitas energi global.

Ketidaksepahaman soal cakupan wilayah damai kini berujung eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.

Militer Israel melancarkan operasi udara bertajuk Eternal Darkness ke wilayah Lebanon. Dalam operasi tersebut, 160 bom dijatuhkan ke 100 target hanya dalam waktu 10 menit.

Serangan itu tetap dilakukan meski kelompok Hizbullah sebelumnya menyatakan akan mematuhi gencatan senjata. Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Amerika Serikat dan Iran.

Dampak serangan langsung terasa di ibu kota Beirut. Ledakan simultan mengguncang kota dan merusak sejumlah bangunan tinggi.

Laporan awal mencatat sedikitnya 300 orang tewas atau terluka di Beirut. Situasi di lapangan menunjukkan kerusakan luas dan korban sipil berjatuhan.

Di luar Beirut, otoritas Lebanon melaporkan 89 orang tewas dan 700 lainnya mengalami luka-luka. Rumah sakit di berbagai wilayah dilaporkan kewalahan menangani korban.

Pasukan Pertahanan Israel mengklaim serangan menyasar 100 pusat komando dan situs militer Hizbullah. Target tersebut tersebar dari Beirut hingga Lembah Bekaa dan wilayah selatan Lebanon.

Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut operasi ini sebagai serangan terbesar terhadap Hizbullah. Ia menyebutnya sebagai “pukulan terkonsentrasi terbesar” sejak operasi tahun 2024.

Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak awal menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Sikap tersebut kemudian diperkuat oleh Presiden Donald Trump. Ia menyebut konflik di Lebanon sebagai “insiden terpisah” dari gencatan senjata.

Langkah Israel memicu respons keras dari Teheran. Iran kemudian menghentikan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Keputusan itu secara langsung membatalkan komitmen Iran dalam gencatan senjata. Dampaknya, ketegangan di kawasan kembali meningkat tajam.

Selain itu, Iran juga dilaporkan menyerang infrastruktur energi di kawasan Teluk. Salah satunya adalah pipa minyak utama di Arab Saudi.

Sejumlah negara Teluk turut melaporkan serangan drone. Serangan tersebut diduga dilakukan oleh milisi yang berafiliasi dengan Iran.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras serangan Israel. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “pembantaian baru”.

Aoun mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak. Ia meminta intervensi guna menghentikan agresi militer yang terjadi.

Kini, nasib gencatan senjata berada dalam ketidakpastian. Perbedaan posisi antara Washington, Teheran, dan Tel Aviv memperbesar risiko konflik yang lebih luas.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
13 hours ago
15 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x