Israel serang pemukiman padat penduduk di Lebanon. Foto: Tasnim TODAYNEWS.ID – Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon menanggapi tindakan agresi rezim Zionis Israel yang kembali melancarkan serangan lingkungan padat penduduk Lebanon, termasuk Beirut tanpa peringatan sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, pada Kamis (9/4/2026), Hizbullah mengatakan bahwa rezim Zionis telah melanggar salah satu poin kesepakatan gencatan senjata yang dimasukkan Republik Islam Iran.
Hizbullah menegaskan, untuk membela Lebanon dan rakyatnya, pihaknya akan terus menyerang Israel sampai musuh berhenti melakukan agresinya di kawsasan Timur Tengah.
“Sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, dan setelah Hizbullah mematuhi gencatan senjata sementara musuh tidak, mak tanggapan ini akan berlanjut hingga agresi Israel-Amerika terhadap negara dan rakyat kami berhenti,” tegas pernyataan Hizbullah.
Sebagaimana diberitakan media-media Timur Tengah, rezim Israel telah menargetkan berbagai wilayah di seluruh Lebanon, termasuk ibu kota Beirut.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan bahwa Iran sedang mempersiapkan “tanggapan yang akan menimbulkan penyesalan” terhadap serangan Israel yang kembali terjadi di Lebanon.
IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Hizbullah adalah serangan terhadap Republik Islam.