x

Iran Tolak Gencatan Senjata, Pilih Akhiri Perang Secara Permanen di Tengah Tekanan AS

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Apr 2026 09:36 39 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Iran menegaskan tidak tertarik pada opsi gencatan senjata meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat, dan memilih mendorong penghentian perang secara permanen.

Sikap ini didasarkan pada pengalaman masa lalu yang dinilai merugikan dan memicu hilangnya kepercayaan terhadap AS.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menilai gencatan senjata hanya bersifat sementara dan berpotensi memicu konflik baru.

Menurut Araghchi, Iran tidak ingin skenario konflik berulang setelah jeda singkat. Karena itu, Teheran lebih memilih solusi yang mengakhiri perang secara menyeluruh.

“Kami tidak mencari gencatan senjata karena kami tidak ingin skenario ini terulang lagi setelah beberapa waktu. Kami ingin perang berhenti sepenuhnya dan selamanya. Kami tidak percaya pada gencatan senjata, kami percaya pada berakhirnya perang,” ujar Araghchi mengutip dari SNN TV, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Iran menginginkan jaminan tidak adanya serangan di masa depan. Pendekatan ini dinilai lebih memberikan kepastian dibanding gencatan senjata.

Araghchi juga menyinggung pengalaman pahit dalam hubungan dengan AS. Ia menyebut kepercayaan Iran telah terkikis akibat sejumlah peristiwa sebelumnya.

“Anda tahu, kami memiliki pengalaman amat pahit dalam berbicara dengan Amerika,” kata Araghchi.

Pernyataan tersebut merujuk pada konflik sebelumnya yang melibatkan Iran dan Israel. Saat itu, situasi justru memburuk di tengah proses diplomasi.

Dalam perang selama 12 hari pada Juni 2025, Iran sedang menjalani negosiasi nuklir dengan AS. Namun konflik tetap pecah dan melibatkan serangan terhadap Iran.

Araghchi menyebut AS turut mendukung serangan terhadap Iran. Bahkan, sejumlah situs nuklir Teheran disebut menjadi sasaran.

Peristiwa lain terjadi menjelang serangan pada 28 Maret. Saat itu, Iran dan AS tengah menjalani putaran ketiga negosiasi yang disebut berjalan konstruktif oleh mediator.

Namun, menurut Iran, serangan kembali terjadi. Bahkan, konflik tersebut disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Rangkaian peristiwa tersebut memperkuat sikap Iran terhadap AS. Kepercayaan yang menurun membuat Teheran menolak opsi gencatan senjata.

Dengan kondisi ini, peluang kesepakatan damai jangka pendek menjadi semakin kecil. Iran tetap bersikukuh pada penghentian perang secara total sebagai satu-satunya solusi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
6 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x