Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bukanlah solusi untuk menghadapi setiap ancaman krisis energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Huda menilai pemerintah perlu mengambil langkah revolusioner dalam membenahi sistem transportasi publik nasional guna menghadapi lonjakan harga energi global imbas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.
“Krisis energi yang kita hadapi saat ini harus menjadi pelecut bagi pemerintah. Kita tidak bisa terus-menerus terjebak dalam kebijakan reaktif seperti bekerja dari rumah (WFH) setiap kali harga minyak melonjak,” kata Syaiful Huda, Senin (6/4/2026).
Menurut Huda, langkah paling bijak untuk mencapai penghematan energi adalah bagaimana pemerintah dapat menggerakkan masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke ke transportasi umum.
“Solusi permanennya adalah memindahkan mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang mumpuni,” ujar Huda.
Huda menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia pada kendaraan pribadi berbahan bakar fosil menjadikan ketahanan nasional sangat rentan terhadap volatilitas harga minyak dunia.
Menurutnya, pembenahan transportasi massal bukan lagi sekadar isu kenyamanan perkotaan, melainkan strategi pertahanan kedaulatan energi.
“Harus ada peta jalan jelas agar transportasi publik di Indonesia benar-benar menjadi tulang punggung transportasi yang nyaman, murah, dan menjangkau semua area,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Huda menegaskan investasi pada transportasi publik merupakan investasi ketahanan jangka panjang.
Menurutnya dengan beralih ke angkutan umum yang mulai menggunakan energi terbarukan atau listrik, Indonesia dapat meminimalisir dampak krisis energi dan menjaga roda ekonomi tetap berputar di tengah ketidakpastian geopolitik.
“Jadi kami menilai krisis energi yang kita hadapi saat ini merupakan momentum pas untuk melakukan pembenahan angkutan massal secara serius dan berkelanjutan,” pungkasnya.