Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto dalam konferensi pers menjelang ASEAN Futsal Championship 2026. (Dok. FFI) TODAYNEWS.ID — Tim Nasional Futsal Indonesia menatap ASEAN Futsal Championship 2026 dengan membawa misi membangun kedalaman skuad sekaligus tetap kompetitif, meski dihadapkan pada persiapan yang sangat terbatas.
Pelatih Héctor Souto menegaskan fokus utama tim adalah proses evolusi dengan memberi kesempatan kepada pemain-pemain baru untuk berkembang di level internasional.
Skuad Garuda dijadwalkan menjalani laga perdana mereka di ajang ASEAN Futsal Championship 2026 yang berlangsung di Nonthaburi Hall, Thailand. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menguji kekuatan generasi baru hasil kompetisi domestik.
Mayoritas pemain yang dibawa merupakan wajah-wajah segar dari Profesional Futsal League (PFL). Kehadiran mereka menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi tim nasional.
Pelatih kepala Héctor Souto mengungkapkan tantangan terbesar tim saat ini adalah minimnya waktu persiapan. Ia menyebut skuad hanya menjalani lima sesi latihan sebelum turun di turnamen.
“Hal yang paling menantang adalah kami hanya memiliki lima sesi latihan. Jadi, seperti yang bisa Anda lihat, dengan 10 jam latihan dan skuad pemain yang hampir seluruhnya baru, ini sangat menantang,” ungkap Coach Hector.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kualitas individu para pemain tidak menjadi persoalan. Menurutnya, kompetisi PFL telah menghasilkan pemain-pemain yang mampu bersaing di level Asia Tenggara.
“Ini adalah masalah terbesar kami (waktu), bukan kualitas para pemain itu sendiri. Saya pikir mereka semua adalah pemain yang bagus di Asia Tenggara,” tambahnya.
Dalam masa persiapan yang singkat, tim pelatih berupaya menjaga kesinambungan sistem permainan. Mereka ingin pemain baru tetap mampu mengadopsi identitas permainan yang telah dibangun sebelumnya.
“Masalah terbesar yang akan kami hadapi adalah mengingat sistem dan detail-detail yang telah kami kerjakan bersama skuad senior selama satu setengah tahun. Sekarang adalah waktunya untuk memperkenalkan pemain baru,” jelasnya.
Héctor Souto berharap para pemain dapat mempertahankan karakter permainan tim nasional. Ia menilai hal tersebut sudah cukup untuk menjaga performa tim tetap kompetitif.
“Jika mereka bisa mempertahankan identitas kami dan mengingat cara kami bermain—atau cara tim nasional Indonesia harus bermain—itu sudah cukup,” lanjutnya.
Ia juga menyadari kemungkinan adanya kekurangan dalam detail permainan di lapangan. Namun kondisi tersebut dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan tim.
“Tapi itu tidak masalah, kami datang ke sini untuk memberi paparan kompetisi bagi para pemain ini. Kami sedang dalam masa evolusi dan kami harus berkembang, kami fokus pada hal itu,” kata Hector.
Turnamen ini dipandang sebagai investasi jangka panjang oleh federasi dan tim pelatih. Memberikan jam terbang internasional kepada pemain muda menjadi prioritas utama.
Terkait target, Héctor Souto memilih pendekatan realistis dengan fokus bertahap di setiap pertandingan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah menjaga daya saing sekaligus mengembangkan skuad.
“Kami hanya ingin mencoba untuk kompetitif. Target utama kami adalah mengembangkan tim nasional agar memiliki lebih banyak pemain yang siap bermain kapan pun kami membutuhkan mereka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tim akan menjalani turnamen dengan pendekatan pertandingan demi pertandingan. Target awal yang dipasang adalah mampu menembus babak semifinal.
“Terkait turnamen ini, kami akan menjalaninya pertandingan demi pertandingan. Semoga kami bisa mencapai semifinal, itu adalah target hasil kami untuk fase grup, dan setelah itu kita lihat apa yang terjadi,” tutup Coach Hector.