Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, buka suara soal isu transfer dua pemain keturunan Timnas Indonesia menuju skuadnya, Kamis (22/1/2026). TODAYNEWS.ID — Kekalahan Persija Jakarta dari Bhayangkara FC dengan skor 2-3 disebut Mauricio Souza dipengaruhi kartu merah Jordi Amat yang mengubah jalannya laga dan membuat tim kehilangan kontrol permainan. Meski sempat unggul dan menjalankan strategi dengan baik, Persija gagal menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan.
Persija harus menelan hasil pahit saat menjalani laga tandang ke Lampung dalam pekan ke-26 Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR pada Minggu (5/4/2026) sore WIB itu berakhir dengan kemenangan Bhayangkara FC.
Macan Kemayoran sebenarnya membuka laga dengan sangat meyakinkan sejak menit awal. Rayhan Hannan berhasil mencetak gol cepat saat pertandingan baru berjalan satu menit.
Keunggulan tersebut sempat memberi kepercayaan diri bagi skuad Persija untuk mengontrol jalannya pertandingan. Namun Bhayangkara FC mampu merespons dan menyamakan kedudukan melalui Moussa Sidibe pada menit ke-29.
Skor imbang bertahan hingga babak pertama usai setelah kedua tim saling jual beli serangan. Persija dinilai mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang paruh pertama.
Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis bagi tim tamu. Jordi Amat harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah pada menit ke-49.
Kehilangan satu pemain membuat keseimbangan permainan Persija terganggu. Meski demikian, mereka masih mampu kembali unggul melalui gol Fabio Calonego.
Harapan untuk membawa pulang poin sempat terbuka setelah gol tersebut. Namun Bhayangkara FC mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan pertahanan Persija.
Tekanan tersebut berbuah hasil di menit-menit akhir pertandingan. Dendy Sulistiawan mencetak gol pada menit ke-86 sebelum Moussa Sidibe memastikan kemenangan lewat gol pada menit 90+4.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana yang disiapkan sejak awal laga. Ia menegaskan bahwa timnya mengetahui cara menemukan ruang untuk membongkar pertahanan lawan.
“Selamat malam. Kita memulai pertandingan sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan. Kami tahu di mana kami akan menemukan ruang untuk mencapai gawang,” ujar Souza, Minggu (5/4/2026).
Souza juga menyoroti peluang yang berhasil diciptakan timnya, terutama di babak pertama. “Kami berhasil mencetak gol. Kami memiliki satu atau dua peluang untuk menyelesaikannya di gawang lawan,” tambahnya.
Namun ia menilai situasi berubah setelah timnya kehilangan momentum dan justru memberikan ruang kepada lawan. “Dan kemudian apa yang seharusnya memberi kami semangat malah membawa keputusasaan. Anehnya kami berhenti bermain,” kata Souza.