x

Rusia Sebut Barat Ingin Kembali Menjarah Minyak Iran Seperti yang Terjadi di Masa Lalu

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Feb 2026 20:00 2 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengecam semua ancaman yang dilakukan Barat terhadap Republik Islam Iran, termasuk ancaman untuk mengeksploitasi sumber daya negara tersebut.

“Kita menyaksikan ancaman terus-menerus terhadap Teheran, pengerahan kekuatan, intimidasi, dan peningkatan ketegangan regional yang tidak bertanggung jawab oleh Washington,” kata Zakharova mengutip Presstv, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya konspirasi barat saat ini ingin mengulangi sejarah seperti yang disebut dalam sebuah catatan dokumen bahwa pada tahun 1946 perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris berupaya menjarah ladang minyak Iran dan bahwa dinamika serupa sedang terjadi saat ini.

Zakharova menambahkan bahwa, menurut catatan tersebut, kekuatan Barat pada saat itu menekan pemerintah Iran untuk memproduksi minyak tanpa batas, dan menggambarkan hal ini sebagai tujuan utama agenda mereka.

Ia melanjutkan bahwa meskipun peristiwa-peristiwa itu terjadi 80 tahun yang lalu, ia percaya bahwa situasi seputar Iran akan kembali mengambil bentuk yang serupa.

Meski begitu ia mencatat bahwa lingkungan kebijakan luar negeri Iran saat ini bahkan negara-negara di dunia telah berubah secara mendasar.

“Mayoritas negara di dunia semakin membela hak-hak mereka, membangun kapasitas ekonomi, industri, dan ilmiah dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan nasional mereka,” tegasnya.

Dia melanjutkan bahwa negara-negara Barat tidak mau melepaskan keuntungan yang diperoleh melalui praktik kolonial dan neo-kolonial dan telah terbiasa mengandalkan keuntungan tersebut untuk mempertahankan dominasi.

“Meskipun demikian, Rusia dan Iran terus secara sistematis memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan demi kepentingan rakyat kedua negara,” sambungnya.

Sementara itu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko saat berbicara di Dewan Negara Tertinggi Negara Persatuan di Moskow pada hari Kamis, mengkritik tekanan Barat terhadap Iran, Venezuela, dan Kuba.

Lukashenko menggambarkan mereka sebagai mitra bersama Belarus dan Rusia, dan mengutuk campur tangan terbuka negara-negara Barat dalam urusan negara-negara berdaulat.

Ia menyatakan bahwa perdagangan global saat ini sedang dirugikan oleh tarif yang tinggi, blokade teknologi dan energi, tekanan mata uang, dan pembajakan di sepanjang jalur logistik.

Presiden Belarusia itu mengatakan bahwa saat ini beberapa negara tidak diizinkan untuk mengekspor minyak.

Dia menambahkan bahwa meskipun Barat, sampai batas tertentu, waspada terhadap para pemimpin dunia multipolar China dan Rusia, mereka telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sekutu-sekutu mereka.

Sebagai contoh, Lukashenko mengatakan bahwa dalam beberapa minggu terakhir Venezuela, Kuba, dan Iran “mitra bersama kita telah menjadi sasaran campur tangan terbuka, terutama melalui cara ekonomi”.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
7 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x