x

DPR Optimistis Insentif Rp12,8 T Ramadan–Lebaran Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 22:00 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang akan menggelontorkan insentif sebesar Rp12,8 triliun menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.

Adapun paket kebijakan tersebut meliputi bantuan pangan, subsidi transportasi mudik, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN dan pekerja.

Menurut Amin, kebijakan ini relevan karena Ramadhan dan Idulfitri merupakan momentum konsumsi terbesar dalam kalender ekonomi nasional.

“Konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, ketika daya beli rakyat terjaga, stabilitas ekonomi nasional ikut terjaga,” ujar Amin Ak, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya berdasarkan data dari kalangan dunia usaha menunjukkan bahwa perputaran uang selama periode Lebaran 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp137 triliun.

Meski sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar Rp157 triliun, angka tersebut tetap mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi musiman yang tersebar di berbagai daerah tujuan mudik.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun lalu mencapai sekitar 146 juta orang atau lebih dari separuh penduduk Indonesia.

Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang sempat menyentuh sekitar 193 juta orang, namun tetap menunjukkan mobilitas domestik yang sangat besar.

Karena itu, kata Amin, pergerakan jutaan orang ini selalu menjadi pemicu perputaran uang dalam skala nasional.

Lebih lanjut, politkus PKS itu optimistis momentum Ramadhan dan Lebaran tetap menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi triwulan berjalan.

Dengan jumlah pemudik yang besar dan potensi perputaran uang ratusan triliun rupiah, dampak pengganda terhadap perekonomian nasional cukup signifikan.

“Yang terpenting, rakyat merasakan langsung manfaatnya: harga terkendali, mudik lebih terjangkau, usaha kecil ramai pembeli, dan ekonomi daerah bergerak. Itulah esensi kebijakan fiskal yang berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa paket stimulus ekonomi ini bertujuan untuk menggerakan perekonomian di kuartal I 2026.

“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin (2025) kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Adapun anggaran paket stimulus ekonomi sebesar Ro12,83 trliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 itu diberikan untuk insentif transportasi hingga bantuan sosial (bansos).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
9 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x