Pelatih Timnas Indonesia U17 Nova Arianto. (Foto: Istimewa) TODAYNEWS.ID — Timnas Indonesia U17 kalah tipis 2-3 dari China U17 dalam laga uji coba kedua di Sports Center Kelapa Dua, Rabu (11/2/2026) malam WIB. Meski menelan kekalahan, Garuda Muda menunjukkan peningkatan dibanding pertemuan pertama yang berakhir 0-7.
China langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Tim tamu membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui Zhao Songyuan.
Gol cepat tersebut sempat menggoyahkan lini pertahanan Indonesia. Tekanan bertubi-tubi membuat permainan tuan rumah belum berkembang optimal di awal laga.
Anak asuh Nova Arianto kemudian merespons dengan meningkatkan serangan dari sektor sayap. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-23.
Indonesia menyamakan skor lewat tendangan bebas Yarangga Chico Jericho. Bola yang berbelok arah mengecoh kiper China dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki menit ke-37, lini belakang Indonesia kembali melakukan kesalahan sapuan. Situasi itu dimanfaatkan Sif An yang berdiri bebas untuk membawa China unggul 1-2 hingga turun minum.
Babak kedua berlangsung dengan tempo lebih terbuka. Indonesia meningkatkan intensitas permainan demi mengejar ketertinggalan.
Garuda Muda kembali mencetak gol untuk menjaga peluang menyamakan kedudukan. Namun China mampu tampil disiplin dan mencetak gol penentu di menit-menit akhir pertandingan.
Skor akhir 2-3 menjadi hasil dari laga uji coba tersebut. Hasil ini sekaligus menunjukkan adanya perkembangan performa dibanding pertemuan sebelumnya.
Secara koordinasi dan mentalitas, permainan Indonesia terlihat lebih kompetitif. Meski begitu, fokus pada menit krusial masih menjadi catatan penting.
Konsistensi lini pertahanan juga menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih. Evaluasi menyeluruh diperlukan menjelang agenda resmi berikutnya.
Timnas Indonesia U17 dijadwalkan tampil di Piala Asia U17 2026 di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei mendatang. Dengan waktu kurang dari dua bulan, hasil uji coba ini menjadi bahan pembelajaran sebelum menghadapi persaingan level Asia.