Pelatih baru PSBS Biak, Marian Mihail, optimistis menatap tantangan berat di sisa musim BRI Super League 2025/2026. (Dok. PSBS) TODAYNEWS.ID — Pelatih anyar PSBS Biak, Marian Mihail, optimistis menatap sisa musim BRI Super League 2025/2026. Keyakinan itu disampaikan meski tim berjuluk Badai Pasifik tengah berada dalam situasi sulit akibat larangan transfer dari FIFA.
Marian Mihail resmi diperkenalkan sebagai pelatih PSBS Biak pada Senin (10/2/2026) sore WIB. Pelatih asal Rumania itu mengaku telah memahami kondisi tim sebelum menerima tawaran tersebut.
Ia menilai performa PSBS pada beberapa laga terakhir menunjukkan potensi yang positif. Menurutnya, kualitas permainan tim tidak sepenuhnya tercermin dari hasil pertandingan.
“Saya memiliki kesan yang sangat bagus. Laga-laga terakhir meskipun hasilnya tidak terlalu bagus, tim ini bermain dengan baik,” ujar Mihail, Senin (10/2/2026).
Mihail menilai kondisi tersebut menjadi modal penting untuk melangkah ke depan. “Jadi, ada premis yang menguntungkan untuk melakukan hal-hal besar bersama tim ini,” ucapnya.
Ia menegaskan tidak akan melakukan perubahan besar dalam waktu singkat. Fokusnya adalah memperbaiki dan menyempurnakan aspek yang sudah berjalan dengan baik.
“Kami akan mengubah banyak hal, kami hanya akan menyempurnakan apa yang sudah baik sejauh ini agar menjadi lebih baik lagi,” kata Mihail. Pendekatan tersebut dinilai realistis mengingat situasi tim saat ini.
Datang di tengah musim, Mihail harus menerima kenyataan PSBS Biak tidak bisa merekrut pemain baru. Sanksi FIFA membuat klub tidak dapat melakukan aktivitas transfer.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Mihail berkecil hati. Ia mengaku sudah mengetahui situasi tersebut sejak awal.
“Saya sudah tahu situasinya sejak awal. Namun, saya senang dengan pemain-pemain yang kami miliki saat ini,” ujar mantan pelatih PSS Sleman itu.
Mihail menilai skuad PSBS memiliki sejumlah pemain inti yang dapat diandalkan. “Ada sekitar 6-7 pemain inti yang bagus dan bisa membawa perubahan dalam tim,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dan efisiensi permainan. “Yang terpenting adalah bagaimana membuat mereka bermain bersama dengan cara yang lebih pragmatis dan efisien,” lanjutnya.
Dalam skuad PSBS, Mihail juga bertemu kembali dengan pemain yang sudah dikenalnya. Pemain tersebut adalah bek tengah Nurhidayat Haji Haris.
Keduanya pernah bekerja sama saat membela United City FC di Filipina. Pengalaman tersebut dinilai memudahkan proses adaptasi Mihail di PSBS.
“Ada Nurhidayat Haji Haris. Nur mengenal saya dengan baik, begitu juga sebaliknya,” ungkap Mihail.
Ia mengaku menyukai kualitas Nurhidayat sebagai pemain. “Saya sangat menyukainya sebagai pemain. Kami pernah bekerja sama saat di Filipina,” katanya.
Mihail menyebut Nurhidayat memiliki peran penting di dalam tim. Kehadirannya dinilai membantu komunikasi antara pelatih dan pemain.
“Saya senang dia berhasil berkembang dengan baik dan sekarang menjadi pemain kunci di tim ini,” ujar Mihail. Ia berharap kontribusi tersebut dapat membantu PSBS menghadapi tantangan sisa musim.