x

Pengamat Nilai Cak Imin Lihai Membaca Arah Politik dan Dukung Prabowo 2029

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 09:32 29 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai figur yang lihai dalam memetakan politik nasional.

Penilaian itu disampaikan terkait langkah Cak Imin yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden periode kedua pada 2029.

Ujang menyebut Cak Imin memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat. Selain itu, Cak Imin dinilai piawai membaca peta konflik dan dinamika politik.

“Cak Imin kan jago ya komunikasi publik gitu, jago peta konflik,” ujar Ujang saat dihubungi. Menurutnya, langkah politik Cak Imin didasarkan pada kalkulasi yang matang.

Ujang menilai dukungan kepada Prabowo dilandasi pandangan realistis terhadap kekuatan politik saat ini. Prabowo dianggap sebagai figur kuat dengan peluang besar kembali maju.

“Cak Imin memprediksi bahwa Prabowo bisa unggul lagi, bisa menang lagi dengan program-programnya yang banyak, dengan program-programnya yang merakyat,” kata Ujang. Ia menyebut pandangan tersebut sejalan dengan tradisi politik pascareformasi.

Menurut Ujang, presiden di Indonesia cenderung menjabat dua periode. Ia mencontohkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo yang sama-sama menjabat dua periode.

“Nah mungkin untuk presidennya, Cak Imin memprediksi bahwa Prabowo bisa unggul lagi,” ucapnya. Penilaian tersebut disebut realistis melihat peta politik menuju 2029.

Ujang menambahkan, posisi wakil presiden tidak selalu bersifat tetap. Dalam sejarah politik Indonesia, wakil presiden bisa berganti pada periode kedua.

“Kalau soal wakilnya kan bisa berubah, bisa berganti gitu,” kata Ujang. Ia menyinggung contoh pergantian wakil presiden pada era SBY dan Jokowi.

Ujang menyebut dinamika serupa juga bisa terjadi pada Prabowo. Posisi wakil presiden disebut sangat mungkin mengalami perubahan.

“Prabowo juga bisa jadi terdapat nama Gibran berdua bisa jadi yang lain siapa gitu kan,” ujarnya. Ia menilai hal tersebut lumrah dalam politik nasional.

Terkait isu ambisi Cak Imin menjadi calon wakil presiden, Ujang mengaku belum dapat memastikan. Menurutnya, peluang tersebut tidak mudah diwujudkan.

“Berat juga kalau Cak Imin jadi cawapresnya Prabowo gitu,” ujar Ujang. Ia menilai banyak tokoh lain yang juga mengincar posisi tersebut.

Meski demikian, Ujang menyebut spekulasi dan keinginan merupakan hal yang wajar dalam politik. Setiap tokoh memiliki hak untuk memiliki ambisi politik.

“Tapi mungkin Cak Imin punya kesempatan, punya spekulasi, punya keinginan,” katanya. Namun, persaingan menuju kursi cawapres dipastikan ketat.

Ujang menegaskan semua tokoh politik memiliki peluang yang sama. Penentuan akhir sepenuhnya berada di tangan Prabowo.

“Tapi yang pasti semua tokoh politik itu punya kesempatan bisa menjadi cawapresnya Prabowo,” ucap Ujang. Ia menambahkan Prabowo akan selektif memilih pendampingnya.

Menurut Ujang, pembahasan soal calon wakil presiden masih terlalu dini. Proses politik menuju Pilpres 2029 masih panjang.

“Masih panjang, masih jauh,” katanya. Ujang menilai dinamika politik ke depan masih akan terus berkembang.

Ujang pun menekankan isu geser-menggeser calon wakil presiden belum bisa dipastikan. Semua kemungkinan masih terbuka dan akan ditentukan oleh perkembangan politik selanjutnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

16 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x