x

Tangis Kapten Timnas Futsal Jepang Akui Pergeseran Kekuatan Asia Usai Takluk dari Indonesia

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 12:20 51 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kapten tim Jepang, Kazuya Shimizu, tak kuasa menahan tangis setelah langkah timnya terhenti di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Di balik kesedihan itu, ia mengakui bahwa dominasi futsal Asia kini mulai bergeser ke tangan Indonesia.

Sejarah tercipta di Indonesia Arena Senayan, Jakarta, ketika Timnas Futsal Indonesia menumbangkan Jepang dengan skor 5-3. Kemenangan tersebut diraih dalam laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung dramatis.

Hasil itu membawa Skuad Garuda melaju ke partai final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia. Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri langkah Jepang yang dikenal sebagai raksasa futsal Asia.

Usai pertandingan yang digelar pada Kamis (5/2/2026), Kazuya Shimizu terlihat tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Tangis sang kapten pecah sesaat setelah laga berakhir.

Sebagai pemimpin tim, Shimizu memikul beban emosional yang besar. Sejumlah pemain Timnas Futsal Indonesia tampak menghampirinya untuk memberikan semangat.

Shimizu mengaku menangis karena tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas kekalahan tersebut. Meski begitu, ia tetap memberikan penghormatan kepada Indonesia.

Ia mengucapkan selamat kepada Timnas Futsal Indonesia yang berhasil mencatatkan sejarah baru. Menurut Shimizu, capaian tersebut layak diapresiasi.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian tertinggi Indonesia di ajang Piala Asia Futsal. Sebelumnya, catatan terbaik Indonesia hanya mencapai perempat final pada edisi Kuwait 2022.

Pada edisi tersebut, langkah Indonesia terhenti setelah kalah 2-3 dari Jepang. Kali ini, Indonesia justru berhasil menyingkirkan lawan yang sama di semifinal.

Shimizu mengakui ketangguhan para pemain Timnas Futsal Indonesia. “Saya sangat sedih dengan hasil ini tetapi saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia dan berharap keberuntungan terbaik di pertandingan final nanti,” ujar Shimizu di Indonesia Arena, Jakarta.

Ia juga menyebut bahwa banyak pemain Jepang yang menangis setelah pertandingan. Menurut Shimizu, tangisan itu memiliki makna yang dalam.

“Ya, saya rasa ada banyak arti di balik tangisan itu. Bukan sekadar menangis karena kalah,” kata Shimizu. Ia menilai setiap pemain bertanding dengan beban tanggung jawab yang besar.

“Kami bertanding dengan memikul berbagai macam perasaan dan tanggung jawab. Hal yang sama juga pasti dirasakan oleh para pemain Timnas Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Shimizu mengakui bahwa laga melawan Indonesia berlangsung sulit sejak awal. Ia bahkan menilai peta persaingan futsal Asia kini telah berubah.

“Ya, sejak awal kami sudah tahu ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah. Kami merasakan ancaman dari lawan dan mau tidak mau kami harus menerimanya,” jelas Shimizu. “Saya merasa peta kekuatan futsal Asia sudah mulai berubah,” tegasnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
19 hours ago
21 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x