x

Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD di Ngada, Minta Langkah Antisipasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 09:59 41 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap peristiwa siswa sekolah dasar yang diduga mengakhiri hidupnya di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026). Ia menyebut Presiden telah menginstruksikan jajaran terkait untuk berkoordinasi menyikapi peristiwa tersebut.

“Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, tragedi di Ngada menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa. Ia menilai kepedulian sosial perlu terus diperkuat di semua lapisan masyarakat.

“Mungkin juga kalau kemarin Bapak Presiden menggugah kita semua, berkenaan dengan masalah kebersihan, kerapian, dan sebagainya, maka dengan kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut menuntut peningkatan kepekaan sosial. Kepedulian dinilai harus hadir mulai dari lingkungan terdekat hingga level pemerintahan.

“Memang barangkali kita harus meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level tingkatan,” jelas Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa anak berusia 10 tahun tersebut. Ia menegaskan pemerintah memandang kejadian itu sebagai tragedi serius.

“Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam,” katanya.

Ia menekankan peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi dalam kondisi apa pun. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen untuk memastikan perlindungan terhadap anak-anak.

“Bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ucap Prasetyo.

Dalam upaya penanganan, Kementerian Sekretariat Negara telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pendampingan terhadap keluarga korban.

Prasetyo menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan penanganan sosial sekaligus mencegah peristiwa serupa di masa mendatang. Pemerintah ingin memastikan ada tindak lanjut konkret di tingkat pusat dan daerah.

Saat ditanya mengenai informasi keluarga korban yang disebut tidak menerima bantuan sosial, Prasetyo meminta publik menunggu hasil pendalaman aparat. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin berspekulasi sebelum penyelidikan tuntas.

“Kalau berkenaan dengan masalah penyebab terjadinya tragedi tersebut, kami menyebutnya seperti itu, biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Ngada, NTT, diduga mengakhiri hidupnya. Peristiwa itu disebut berkaitan dengan ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan sekolah berupa buku dan pena.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x