Thalita Ramadhani Wiryawan harus mengakui keunggulan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy di Badminton Asia Team Championships (BATC). (Dok. PBSI)
TODAYNEWS.ID — Tim bulu tangkis putri Indonesia harus mengawali perjuangan dengan hasil kurang ideal pada laga perdana grup X Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Bertanding di Qingdao, China, Rabu (4/2/2026), Indonesia tertinggal 0-1 dari Hong Kong pada partai pembuka.
Poin pertama Indonesia gagal diamankan dari sektor tunggal putri. Thalita Ramadhani Wiryawan harus mengakui keunggulan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy.
Dalam pertandingan tersebut, Thalita kalah dua gim langsung dengan skor ketat 21-23 dan 19-21. Duel berlangsung sengit, namun Thalita belum mampu mengunci poin krusial di momen penentuan.
Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal lebih dulu dalam pertandingan beregu. Posisi Thalita sebagai tunggal pertama turut menjadi sorotan pada laga pembuka tersebut.
Usai pertandingan, Thalita mengaku kecewa belum bisa menyumbangkan poin bagi tim. Namun, ia tetap bersyukur bisa mendapatkan pengalaman berharga di ajang internasional.
“Sangat disayangkan memang saya tidak bisa sumbang poin untuk Indonesia, untuk kakak-kakak saya,” ujar Thalita. Ia menyampaikan hal tersebut sesaat setelah pertandingan berakhir.
Thalita juga mengungkapkan adanya tekanan saat dipercaya turun sebagai tunggal pertama. Meski demikian, ia berusaha mengikuti arahan rekan-rekannya di tim.
“Memang ada beban jadi tunggal pertama tetapi kakak-kakak saya berpesan untuk lepas saja, enjoy saja,” katanya. Pesan tersebut menjadi pegangan Thalita sepanjang pertandingan.
Ia menuturkan bahwa dirinya berusaha fokus bermain tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. Thalita mencoba tetap tampil lepas meski berada dalam situasi tertekan.
“Jadi tadi saya terus berusaha tanpa berpikir hasil dahulu,” ucap Thalita. Ia menilai pendekatan tersebut membantunya tetap bertahan dalam reli-reli panjang.
Menurut Thalita, pertandingan melawan Lo Sin Yan Happy memberikan banyak pelajaran penting. Ia merasa masih perlu meningkatkan kualitas permainan di sejumlah aspek.
“Saya mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari pertandingan hari ini,” ujarnya. Thalita menyebut lawan memiliki pengalaman dan ketenangan yang baik.
Ia secara khusus menyoroti perlunya peningkatan dalam hal kesabaran bermain. Ketahanan dalam reli panjang menjadi catatan utama dari laga tersebut.
“Saya harus lebih sabar, lebih tahan lagi setiap pukulan dan harus lebih ulet,” kata Thalita. Evaluasi itu ia jadikan bekal untuk pertandingan berikutnya.
Meski kalah di partai pembuka, perjuangan tim putri Indonesia di grup X masih berlanjut. Hasil pertandingan selanjutnya akan menentukan peluang Indonesia melangkah lebih jauh di BATC 2026.
Tim Indonesia diharapkan mampu bangkit pada partai-partai berikutnya. Setiap sektor dituntut tampil maksimal untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.