x

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Feb 2026 20:09 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 2026 yang jatuh pada Februari 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Amran dalam rapat Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Bulog di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Amran menyampaikan kondisi tersebut berdasarkan pemantauan proyeksi neraca pangan dan evaluasi lapangan yang dilakukan pemerintah. Pemantauan itu melibatkan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

“Berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan serta evaluasi lapangan yang kami lakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kami laporkan kondisi produksi pasokan dan stok pangan strategis nasional dalam kondisi cukup aman untuk menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan utama diperkirakan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Komoditas tersebut antara lain beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging, ayam, telur, dan minyak goreng.

Menurut Amran, ketersediaan komoditas tersebut menjadi penopang utama stabilitas pangan nasional selama Ramadhan. Pemerintah terus memantau pergerakan pasokan dan distribusinya di lapangan.

Namun demikian, Amran mengakui masih ada beberapa komoditas yang memerlukan tambahan pasokan dari luar negeri. Komoditas tersebut meliputi kedelai, bawang putih, daging lembu sapi, dan gula.

Ia menegaskan, kebijakan impor tetap dilakukan secara terukur dan melengkapi produksi dalam negeri. Langkah ini disebut penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Amran secara khusus menyoroti kondisi stok beras nasional yang dinilai sangat terkendali. Ia menyebut neraca beras nasional berada dalam posisi surplus menjelang Ramadhan.

“Khususnya beras misalnya stok kondisi nasional sangat terkendali pada periode Ramadhan Indonesia memiliki stok awal 11,6 juta ton tambah produksi 7,98 juta ton dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton sehingga neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton,” ujar Amran.

Selain itu, Amran memaparkan posisi stok beras pada awal tahun 2026. Angka tersebut dinilai cukup kuat untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

“Dan stok Januari 2026 tercatat 3,34 juta ton tadi pagi tercatat 3,34 juta ton sehingga sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri,” sambungnya.

Dalam rapat yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut menyampaikan kondisi pasokan ikan nasional. Ia memastikan ketersediaan ikan berada dalam situasi aman.

Trenggono menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pasokan ikan. Salah satunya dengan memanfaatkan stok di gudang beku.

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengoptimalkan hasil produksi dari sektor perikanan budidaya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan selama Ramadhan.

“Kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan secara nasional berada pada kategori aman,” imbuh Trenggono.

Pemerintah menegaskan akan terus melakukan pemantauan lintas sektor menjelang Ramadhan 2026. Koordinasi antar-kementerian dan lembaga disebut menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x