Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. Pribadi TODAYNEWS.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan memberikan kejutan besar kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam waktu dekat. Kejutan tersebut berupa perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat di lingkungan Bea Cukai.
Purbaya menyebut perombakan akan menyasar pejabat mulai dari kantor pusat hingga pimpinan di pelabuhan. Ia menegaskan langkah ini akan dilakukan dalam hitungan hari.
“Di Bea Cukai akan saya kasih kejutan agak drastis, mungkin beberapa hari lagi atau besok,” kata Purbaya. Ia menegaskan akan mengganti seluruh pejabat di sekitar direktur jenderal.
“Saya ganti semua pejabatnya selain Dirjen,” ujar Purbaya. Ia menambahkan seluruh pejabat di level strategis akan mengalami rotasi total.
Perombakan juga akan menyentuh pimpinan di daerah. Purbaya menyatakan kepala pelabuhan dan kepala kantor wilayah yang mengawasi pelabuhan akan diganti.
“Terus seluruh kepala pelabuhan, Kakanwil yang mengawasi pelabuhan saya ganti semua,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka dalam forum publik.
Selain rotasi jabatan, Purbaya membuka kemungkinan pemberhentian sementara bagi pejabat tertentu. Langkah ini ditujukan bagi mereka yang melakukan pelanggaran serius.
“Sebagian saya rumahin,” tegasnya. Opsi tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan penegakan disiplin.
Purbaya menilai sumber daya manusia di Bea Cukai sebenarnya memiliki kemampuan yang memadai. Hal itu terlihat dari keberhasilan pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.
Ia mencontohkan program artificial intelligence untuk mendeteksi praktik underinvoicing. Program tersebut berhasil dibangun dalam waktu dua minggu.
Menurut Purbaya, capaian tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki institusi Bea Cukai. Namun, potensi itu perlu didukung dengan kinerja yang lebih disiplin dan serius.
Ia menilai perombakan menjadi langkah penting untuk memperkuat kinerja organisasi. Kebijakan ini juga dimaksudkan sebagai peringatan internal.
“Ini message untuk teman-teman Bea Cukai yang lain supaya bekerja dengan lebih serius ke depan,” kata Purbaya. Ia menekankan bahwa pemerintah masih memiliki harapan besar terhadap institusi tersebut.
Purbaya menyebut langkah drastis diperlukan untuk mendorong perubahan. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bentuk terapi kejut.
“Kita punya harapan, tapi perlu shock therapy supaya mereka kerja lebih keras,” ujarnya. Pernyataan itu menutup penjelasannya dalam forum tersebut.
Pernyataan Purbaya disampaikan dalam Tirto Indonesia Fiskal Forum 2026 di Jakarta. Keterangan tersebut dikutip pada Selasa (27/1/2026).