x

Raymond/Joaquin Runner-up di Indonesia Masters 2026, Akui Keunggulan Goh/Izzuddin

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 00:11 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas finis sebagai runner-up di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Mereka kalah dari pasangan Malaysia Nur Izzuddin/Goh Sze Fei pada partai final.

Pada laga final tersebut, Raymond/Joaquin takluk dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-13. Hasil itu memastikan gelar juara sektor ganda putra menjadi milik wakil Malaysia.

Pertandingan berjalan cukup sengit pada gim pertama. Raymond/Joaquin sempat memperkecil ketertinggalan hingga 18-19 sebelum akhirnya gim pertama dimenangi Izzuddin/Sze Fei.

Memasuki gim kedua, performa Raymond/Joaquin mengalami penurunan. Mereka tertinggal jauh setelah melakukan sejumlah kesalahan beruntun.

Raymond/Joaquin bahkan sempat tertinggal hingga 6-20 pada gim kedua. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan untuk mengejar perolehan poin lawan.

Joaquin menilai permainan mereka belum maksimal pada laga final tersebut. Ia menyebut faktor adaptasi lapangan menjadi salah satu kendala utama.

“Saya rasa permainan kami hari ini kurang all out, kesulitannya ada di lapangan karena kami belum pernah main di lapangan satu,” ujar Joaquin. Ia menambahkan bahwa sejak awal turnamen mereka lebih sering bermain di lapangan dua.

Menurut Joaquin, adaptasi terhadap arah angin menjadi tantangan tersendiri. “Kalau mukul suka lupa arah anginnya, ini jadi pelajaran buat saya juga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi evaluasi ke depan. “Kami harus siap main di lapangan mana saja karena musuh juga mengalami hal yang sama,” ucap Joaquin.

Secara permainan, Joaquin menilai gim pertama berjalan seimbang. Namun ia mengakui kesalahan sendiri di poin-poin krusial.

“Di golden point atau di poin akhir saya melakukan kesalahan yang memang seharusnya tidak dilakukan,” kata Joaquin. Ia menyebut kesalahan itu membuat momentum berbalik ke pihak lawan.

Raymond/Joaquin juga menyinggung soal psy war yang kerap mereka lakukan di lapangan. Joaquin mengatakan hal tersebut bertujuan untuk menambah kepercayaan diri.

“Kalau mau tengil, tengil aja. Karena dengan tengil itu kan bisa menambah confident kami,” ujar Joaquin. Ia menegaskan sikap tersebut tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Indonesia sendiri meraih satu gelar pada turnamen berhadiah total 500 ribu dolar AS tersebut. Gelar itu dipersembahkan oleh Alwi Farhan dari sektor tunggal putra.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x