x

Pemprov Jateng Perkuat Ekosistem Perumahan Hijau Lewat Kolaborasi dengan Swasta

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Jan 2026 23:50 0 Yunita

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui BUMD, berkolaborasi dengan swasta untuk memperkuat ekosistem perumahan hijau di wilayahnya. Hal ini sebagai komitmen untuk mewujudkan ekonomi hijau (green economy) di provinsi ini.

Kolaborasi itu dilakukan dengan pengembangan proyek kluster Sakalint Green Residential di kawasan Perumahan Grandia Metropolis, Kota Semarang. Kluster tersebut merupakan kolaborasi BUMD PT Jateng Petro Energy (JPEN) dengan pengembang The Grandia Group. Proyek ini juga didukung oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ke depan harus menuju green economy. Dan perumahan menjadi salah satu pintu masuk paling efektif, karena dimulai dari rumah, dari lingkungan permukiman,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat acara peletakan batu pertama kluster Sakalint Green Residential di daerah Ngaliyan, Kota Semarang pada Selasa (13/1/2026).

Dikatakan Luthfi, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam agenda transisi hijau Jawa Tengah. Tidak hanya sebagai penyedia hunian, tetapi juga sebagai titik awal perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan.

“Jawa Tengah ke depan harus menuju green economy. Dan perumahan menjadi salah satu pintu masuk paling efektif, karena dimulai dari rumah, dari lingkungan permukiman,” ujar Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti besarnya tantangan kebutuhan hunian di Jawa Tengah yang masih mencapai sekitar 1.372.000 unit. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang besar bagi pengembang untuk berinvestasi sekaligus berinovasi, khususnya dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kebutuhan rumah kita masih sangat besar. Tapi yang kita dorong bukan hanya kuantitas, melainkan kualitas. Hunian harus representatif, berkelanjutan, dan sejalan dengan arah pembangunan lingkungan,” katanya.

Luthfi juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah yang menjadi perhatian pemerintah provinsi menuju 2029. Meski pengolahan sampah regional seperti RDF terus didorong, ia menilai upaya paling efektif tetap harus dimulai dari hulu.

“Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau seperti ini menjadi sangat relevan,” ujarnya.

Ia menilai, kolaborasi antara pengembang swasta dan BUMD tersebut sebagai contoh konkret sinergi pembangunan daerah.

“Kami mendukung penuh terobosan seperti ini. Kolaborasi pengembang dengan BUMD adalah langkah penting agar kebijakan energi dan lingkungan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Luthfi.

Ia juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan permukiman, termasuk penggunaan gas bumi dan panel surya. Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki kapasitas industri besar dalam produksi panel surya, namun pemanfaatannya di tingkat lokal masih perlu dipercepat.

Sementara itu, Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri mengatakan, konsep green living yang diusung tidak hanya hadir dalam desain, tetapi juga pada infrastruktur kawasan. Salah satunya melalui penerapan sistem kabel bawah tanah untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman.

“Sepanjang kawasan tidak ada kabel yang bergelantungan karena seluruh instalasi kami letakkan di bawah tanah. Ini bagian dari komitmen kami terhadap lingkungan hunian yang tertata,” ujarnya.

Aurelia menambahkan, kolaborasi dengan Jateng Petro Energy merupakan bagian dari upaya mendukung transisi energi di sektor perumahan.

“Kami ingin menjadi pionir, bukan hanya di Semarang dan Jawa Tengah, tetapi juga di Indonesia, dalam pengembangan hunian berkonsep green residential. Tentu ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan pemerintah dan seluruh mitra,” katanya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
10 hours ago
14 hours ago

LAINNYA
x
x