Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pengiriman perdana sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Jumat (2/1/2026) dini hari. (Dok. Pemkot Serang)TODAYNEWS.ID — Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pengiriman perdana sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong. Peninjauan dilakukan pada Jumat (2/1/2026) dini hari.
Pengecekan dimulai dari Rest Area Bogeg hingga lokasi pemeriksaan di Kampung Jakung. Titik akhir peninjauan berada di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.
Budi mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai perjanjian kerja sama. Ia juga memastikan armada pengangkut memenuhi standar teknis yang telah disepakati.
“Truk yang dikirim baru semua dan sesuai kesepakatan,” kata Budi. Menurutnya, kondisi armada menjadi aspek penting dalam pengiriman sampah lintas daerah.
Setelah dari Rest Area Bogeg, rombongan bergerak ke titik pemeriksaan kedua di Kampung Jakung. Di lokasi ini, pengawasan melibatkan masyarakat setempat.
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Jakung Bersatu turut mencatat identitas sopir dan nomor kendaraan. Kelengkapan administrasi setiap truk yang masuk juga diperiksa.
Budi menilai pelibatan masyarakat penting dalam pengawasan kebijakan pengelolaan sampah. Ia menyebut kolaborasi pemerintah dan warga berjalan baik sejak hari pertama.
“Ini kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, khususnya Jakung Bersatu dan warga Cilowong,” ujar Budi. Ia menegaskan dukungan warga menjadi kunci kelancaran kebijakan tersebut.
Budi menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas kerja sama pengiriman sampah tersebut. Kebijakan ini juga berkaitan dengan target pemerintah pusat dalam program strategis nasional bidang pengelolaan sampah.
Ia mengungkapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Serang dijadwalkan mulai 3 Agustus 2026. Proyek PSEL tersebut direncanakan menjadi yang pertama di Kota Serang.
“Insyaallah ini akan menjadi sejarah bagi Kota Serang,” kata Budi. Ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Dalam evaluasi awal, Budi mengakui masih ada beberapa hal teknis yang perlu dibenahi. Salah satunya berkaitan dengan daya tampung dan sistem penyaluran air lindi.
“Contohnya daya tampung keran yang masih kecil,” ujarnya. Ia menambahkan kondisi tersebut akan diperbaiki secara bertahap.
Budi menegaskan kendala teknis tersebut tidak berdampak besar pada pengiriman sampah. Evaluasi akan dilakukan bersama pihak terkait.
Dalam kerja sama ini, Kota Serang menerima bantuan keuangan Rp 65 miliar dari Kota Tangerang Selatan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur TPAS Cilowong.
“Bantuan ini terbesar dan sangat membantu,” kata Budi. Ia menyebut sekitar 80 persen infrastruktur di Cilowong dapat diselesaikan di luar dana retribusi.
Budi berharap pengiriman sampah ke depan berjalan lancar dan berkelanjutan. Ia juga berharap tidak ada gangguan agar pengelolaan sampah di Kota Serang semakin tertib.